18.818 Peserta JKN-KIS Semarakkan Senam Sehat Kolosal

0
180

PolitikaMalang – Dalam rangka menyambut Asian Games ke 18 dan HUT BPJS ke 50 thn, Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) gelar senam sehat kolosal di lapangan parade Brawijaya atau lapangan Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/7/2018).

Kegiatan senam Sehat Kolosal 18.8.18 ini serentak dilaksanakan secara Nasional oleh JKN- KIS .

Dikatakan Hendry Wahjuni,
Semangat menyambut perhelatan Asian Games semakin terasa di Kota Malang. Salah satunya adanya senam sehat kolosal Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini.

Ketua BPJS Cabang Malang, Hendry Wahjuni menyebutkan senam ini diikuti oleh seribu dua ratus peserta JKN-KIS Kota Malang.

Hendry mengajak masyarakat untuk membiasakan berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat, dampak jangka panjangnya diharapkan bisa menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia.

“Kami ingin acara ini bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.

Menurut data BPJS tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 18,4 triliun atau 21.8 per-Sebtember dari total biaya pelayanan Kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu, BPJS Kesehatan berupaya menyukseskan Program Penge|olaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN-KlS.

“Kami juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat, tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Dikatakan Hendri, saat ini ada 220 faskes primer se- Malang Raya, namun baru 175 Faskes primer yang mempunyai klub prolanis. “Harapannya kedepan semua faskes membentuk klub prolanis. Faskes pertama penyakit kronis, akan kami koordinasikan dan mewajibkan semua memiliki klub prolanis,”pungkas Hendry.

Sementara itu, Plt Wali Kota Malang, Sutiaji , berkomitmen pemerintah Kota Malang akan berupaya mengawal program Pemerintah Pusat ini. Ia mengatakan akan berupaya membuat Puskesmas sebagai faskes primer sudah menyediakan obat dan layanan yang lengkap.

“Kami programkan secara bertahap agar semua masyarakat bisa mengikuti BPJS, dengan harapan angka kesehatan masyarakat semakin meningkat,” katanya.

Ia menyebutkan dari data Dinas Kesehatan, terdapat 16 sampai 20 persen masyarakat memiliki penyakit kronis. Karena itu, ia berharap program Prolanis ini dapat dimaksimalkan dan mencegah angka tersebut terus naik.

“Kami menghimbau faskes primer di Kota Malang harus memiliki klub Prolanis dan memaksimalkan dokter keluarga untuk edukasi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sampai dengan 20 Juli 2018, terdapat 199,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KlS. Untuk memberikan pelayanan kesehatan itu, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.322 Faskes Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.406 rumah sakit dan klinik utama, 1.599 apotek, dan 1.078 optik.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here