UB Kejar Prestasi Go Internasional

0
50

PolitikaMalang – “Saya berharap masing masing Fakultas untuk selalu meningkatkan prestasinya. Ingat ke depan, unggulan bukan prestasi nasional tetapi internasional,” kata rektor Universitas Brawijaya (UB) dalam sambutanya diacara penutupan dies natalis FKUB ke 45, Minggu (13/1/2019).

Lebih lanjut Prof Nuhfil Hanani berharap, prodi2nya dapat segera terakreditasi internasional. ” Untuk kegiatan internasional, kegiatan FKUB sudah sangat luar biasa,”tambahnya.

Rektor UB juga mengomentari gedung lab aninal house yang batusaja di tinjau, menurutnya ini sangat menginspirasi dirinya.” Inspirasi yang saya dapatkan di sini adalah dibuatnya lab animal house sudah standar internasional. Tinggal isinya yang belum, saya berharap fakultas lain juga mulai merintis lab yang berstandar internasional juga,” harapnya.

Sementara itu, Dekan FKUB
Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes menyampaikan bahwa, puncak acara dies natalis ke 45 FKUB yang digelar dihalaman parkir gedung FK ini, digelar berbagai acara dan sangat meriah, diantaranya penampilan dari prodi FK diatas panggung hiburan, Jalan Sehat, Gowes hingga Expo Pameran pendidikan diisi stand-stand dari program PDS (Pendidikan Dokter Spesialis) dan S1 FKUB, serta kunjungan ke gedung baru Laboratonum Penelitian Hewan Coba Bidang Kedokteran .

Sri Andarini menjelaskan
Animal house difungsikan untuk riset, contohnya untuk membuat tikus2 transgeninng, membuat tikus bisa kencing manis, kanker dll. “Penelitian teman-teman dari FKUB ini bahkan bisa mendatangkan uang, dimana dengan membuat tikus2 itu akhirnya bisa dijual di seluruh Indonesia. Khususnya untuk tikus2 yang dipakai penelitian,”terang Dekan FKUB yang sebentar lagi akan menghakhiri jabatannya.

“Untuk di Indonesia baru satu di UI, yang lain belum ada. Jadi kita ini yang nomor 2. Untuk pengelolaan limbahnya, kita sudah desain dan kita juga sudah datangkan konsultan dari Bogor, ada yang internasional juga. Kita upayakan sehingga animal house ini terstandar internasional,”ungkap Andarini.

Gedung Lab berlantai 2 ini sudah 90% selesai tinggal finishing dan pengisian alat. “Ini sebetulnya sudah siap tahun ini, tinggal menunggu alat2nya. Kita sudah diberikan 1M dari pak rektor, tapi kurang. Yang kita ajukan kemarin itu 5 M, kalau 1M tidak mencukupi,” ujarnya.

“Tapi nanti kita upayakan dengan dana itu, kita mencari alat yang bisa digunakan untuk percobaan saja, saya rasa itu cukup,”pungkasnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here