96 Tim Sepak Bola U-11 Se-Jawa Bali Siap Berlaga di Piala Rektor UMM 2018

0
84

PolitikaMalang – Waki Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, membuka “Kompetisi Sepakbola U-11 Tahun Piala Rektor” yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Jumat (19/10).

Gelaran yang dipusatkan di Lapangan UMM ini dihadiri Rektor UMM, Fauzan serta civitas akademika.

Sofyan Edi Jarwoko, dalam sambutannya mengatakan, even sepakbola dengan peserta anak di bawah usia 11 tahun ini sangat konstruktif bagi pembinaan sumber daya manusia pada bidang olahraga sepakbola.

“Pertama, apresiasi positif saya sampaikan pada penyelenggara dan pihak yang mendukung kegiatan ini,” kata Sofyan Edi Jarwoko.

Kompetisi dan kegiatan seperti yang digelar oleh UMM, diharapkan menjadi suatu cara dalam melakukan pembinaan sehingga diharapkan dapat menjadi indikasi akan kemajuan sepakola Indonesia pada masa mendatang.

“Melalui kompetisi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga dalam pengembangan potensi diri para generasi muda serta memupuk kebersamaan dan persaudaraan,” pungkas Wawali Kota Malang

Sementara itu menurut ketua pelaksana, Dr. Haris Tofly, S.H., M.Hum., kelompok usia sebelas tahun sengaja dipilih untuk memberikan wadah pengembangan potensi sepak bola.

Banyak Sekolah Sepak Bola di penjuru nusantara yang juga membina kelompok umur sebelas tahun. Sejak dibuka hingga ditutupnya pendaftaran kompetisi, terhitung sudah 96 club mendaftarkan diri. Mereka berasal dari Sekolah Sepak Bola/ Akademi/ Diklat Sepakbola se-Jawa Bali dan Indonesia Timur

“Universitas Muhammadiyah Malang merupakan instansi perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara tak tekecuali lewat sepakbola.

UMM yang dalam hal ini memiliki sarana prasarana yang memadai setidaknya harus mampu berperan dalam memajukan sepakbola Indonesia,” terang Haris saat diwawancarai di ruangannya, Kamis (18/10) siang.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), sambung Haris, sebagai wadah organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia, memiliki tanggung jawab mutlak terhadap kemajuan dan perkembangan sepakbola tersebut.

Cita-cita mulia mewujudkan sepakbola yang maju dan berprestasi kadangkala terhambat akibat kebijakan yang kurang tepat dari sebagian pengurus PSSI sendiri.

“Padahal, sejatinya sepakbola dapat mempersatukan berbagai elemen bangsa yang beraneka ragam. Tugas seperti ini hanya dapat dicapai dengan maksimal bila terorganisir dengan baik,”tukasnya.

Keberadaan roda kompetisi merupakan faktor utama dalam peningkatan prestasi sepakbola Indonesia yang muaranya adalah terbentuknya Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang tangguh,” pungkas dosen Fakultas Hukum ini.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here