Abah Anton “The Smiling Mayor”

0
1003

PolitikaMalang – Wali Kota Malang, H. Moch Anton merupakan sosok wali kota yang terbilang sangat dekat dengan masyarakat. Abah, begitu sapaan akrabnya, tak pernah malu berbaur dengan seluruh komponen warga, dalam berbagai kesempatan, seperti pada saat sambung rasa atau blusukkan, hingga┬ámomen penting lainnya.

Kedekatan Abah Anton dengan masyarakat, dikarenakan sosok N-1 ini merupakan pribadi yang murah senyum kepada orang lain dan juga sangat ramah. Julukan ‘The Smilling Mayor” atau wali kota murah senyum layak disematkan pada Abah Anton.

Sosok ramah, Wali Kota Malang ini membuat warga semakin dekat dengan pimpinannya. Pada berbagai kesempatan, Abah Anton juga tak ragu menuruti permintaan warga yang hanya sekadar untuk berfoto selfie dengannya. Bukan itu saja, sebagai wali kota, Abah Anton juga terbilang cukup aktif di media sosial, untuk menanggapi aduan warga.

Abah Anton, juga dikenal masyarakat sebagai sosok yang suka membantu warga tak mampu. Bahkan, kegiatan mulia itu kerap dilakukan sebelum ia menjabat sebagai wali kota. Janji tidak mengambil gaji sebagai wali kota dan menyalurkannya untuk masyarakat tidak mampu sudah dibuktikannya. Selama 4 tahun ini menjadi N-1, Abah Anton tiap tahunnya mengumpulkan gajinya dan menyalurkannya dalam bentuk sembako kepada masyarakat tak mampu.

Begitu pula pada momen bulan Ramadan. Abah Anton juga memberikan santunan kepada ribuan anak yatim piatu dan fakir miskin, dengan merogoh kocek pribadi. Ya, sebelum menggeluti karir sebagai Wali Kota Malang, Abah Anton merupakan seorang pengusaha sukses.

Selama 4 tahun di bawah kepemimpinan Abah Anton, Kota Malang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Wajah kota menjadi indah, dengan dibangunnya beberapa taman dengan skema dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Tak mudah, bagi daerah lain menerima dana CSR begitu besar untuk pembangunan. Namun tidak bagi Kota Malang. Sosok ramah wali kota dan kepiawainnya dalam berkomunikasi dan merangkul semua kalangan membuahkan hasil yang sangat signifikan dengan masuknya dana CSR ke Kota Malang dari berbagai perusahaan besar.

Tak salah, jika sebuah lembaga terkemuka memberikan penghargaan kepada Abah Anton sebagai “Marketer of The Year” pada tahun 2016. Hasil survei lembaga tersebut, Abah Anton dinilai memiliki integritas pribadi yang baik dan minim konflik dengan masyarakat.

Taman yang indah di berbagai sudut Kota Malang yang ada saat ini, tak lepas dari tangan dingin Abah Anton. Atas capaiannya itu, ia juga dijuluki warga sebagai Wagiman atau kepanjangan dari Wali Kota ‘gila’ taman yang bermakna wali kota yang ingin memperbaiki dan mempercantik taman.

Selama 4 tahun terakhir memimpin Kota Malang, Abah Anton juga menuai pandangan positif dari masyarakat. Berdasarkan survei yang dilakukan PolitikaMalang┬ádalam kurun waktu satu bulan ini kepada masyarakat melalui polling di website dengan judul “Bagaimana Kepemimpinan Anton-Sutiaji selama 4 Tahun Terakhir” ternyata tingkat kepuasan masyarakat cukup baik. Survei yang diikuti sekitar 1.000 responden diketahui jika 33 persen responden mengaku sangat puas dengan jumlah responden 34 persen, cukup puas sebanyak 33 persen, kurang puas 20 persen dan tidak puas sebesar 13 persen saja.

Menurut Abah Anton, grafik pembangunan di Kota Malang selama kurun waktu 4 tahun terakhir mengalami kenaikan yang cukup baik. Angka gerak perekonomian di Kota Malang sudah menyentuh 5,6 persen dengan angka inflasi hanya sekitar dua persen. Itu berimbas kepada grafik peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka 86,2 persen, dimana angka itu melebihi IPM Provinsi Jawa Timur bahkan IPM level nasional.

“Ini terbukti jika Kota Malang selama ini pembangunannya sudah baik dan perlu ditingkatkan terus menerus,” ujar Abah Anton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here