Alim Mustofa: Pesta Demokrasi Itu Rakyat Memberi Bukan Meminta

0
62

PolitikaMalang- Penguatan Ideologi Bangsa Indonesia Menyambut Pesta Demokrasi 2019 menjadi topik bahasan penting dalam diskusi publik yang diselenggarankan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Merdeka (BEM Unmer) Malang diakhir januari 2019.

Dalam sambutan pembukaan diskusi publik, Wakil Rektor lll, Sunarjo, S.H., M.Hum berharap, agar Pesta Demokrasi dapat disambut dengan menggembirakan dan tetap merawat 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

“Pemilu merupakan ajang pesta demokrasi rakyat yang diselenggarakan setiap lima tahun dalam rangka suksesi politik, oleh sebab itu mari kita laksanakan dengan rasa gembira sebagai hajatan bangsa. Nah setelah pemilu siapapun yang terpilih kita hormati dan kita kembali ke profesi masing-masing dengan suasana yang normal ,” ungkap Sunarjo yang mewakili Rektor dalam acara diskusi publik ini.

Senada dengan wakil Rektor III, Presiden Mahasiswa Unmer Malang, Bagus Setio Nugroho menyatakan ,“ bahwa Mahasiswa bertindak sebagai agent of control dan agent of change harus mampu menangkal isu sesat dengan memperkuat ideologi Pancasila.”

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, Alim Mustofa Ketua Bawaslu Kota Malang menyampaikan,“ Pemilu sering dikatakan sebagai Pesta demokrasi, yang namanya pesta rakyat maka rakyat yang harus memberi sesuatu kepada negara, bukan malah meminta sesuatu kepada peserta. Sehingga pesta demokrasi atau pesta rakyat ini tidak dimaknai sebagai eforia rakyat pemilih untuk menukarkan suaranya dengan imbalan tertentu “ungkapnya.”

“ Pesta demokrasi adalah kesempatan rakyat yang telah mempunyai hak pilih untuk memberikan suaranya atau hak politiknya kepada negara dengan cara yang berintegritas. Sehingga akan terpilih calon-calon wakil atau pemimpin yang terbaik dan negarawan yang berintegritas,” terang Alim yang juga koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Malang ini.

Hal lain dijelaskan Alim Mustofa, bahwa dasar ideologi yang menyokong pemilu adalah Ideologi Pancasila melambangkan demokrasi dalam diri rakyat Indonesia. Untuk itu keseluruhan proses penyelenggaraan pemilu harus diselenggarakan secara jujur, adil, transparan dan anti perpecahan.

Beberapa perwakilan peserta yang hadir dalam diskusi publik ini adalah dari badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Muhammadyah Malang dan Universitas Gajayana Malang. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here