Arema Juara Piala Presiden 2019, Gus Ali: Momentum Kebangkitan Sepak Bola Malang

0
103

PolitikaMalang – Arema FC sukses menjadi kampiun Piala Presiden 2019 setelah mengandaskan perlawanan Persebaya Surabaya 2-0 pada final leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (22/4/2019) malam.

Rivalitas antara Malang – Surabaya menjadikan laga tersebut berlangsung seru selepas kick off. Jual beli serangan pun terjadi, namun akhirnya tim tuan rumah yang lebih unggul. Dua gol Singo Edan masing-masing disumbangkan oleh Striker Ahmad Nur Hardianto (43′) dan Winger asal Papua, Ricky Kayame (90+2).

Gelar juara Piala Presiden tahun ini menjadi yang kedua bagi Arema. Tim kebanggaan Arek Malang ini sebelumnya meraihnya di 2017 lalu. Arema pun menjadi tim pertama yang mampu menjuarai ajang ini sebanyak dua kali.

Ucapan selamat dan rasa syukur pun datang dari berbagai pihak, salah satunya Inisiator Malang Raya “The Little Indonesia”, H Ali Ahmad. Gus Ali sapaan akrabnya pun menyebut momentum ini menjadi awal kebangkitan dunia persepakbolaan di Malang Raya setelah dua musim terakhir prestasi Arema FC khususnya, di Liga 1 mengalami pasang surut dan kurang menjanjikan.

“Alhamdulillah akhirnya Arema bisa juara. Selamat, Ini seperti buka puasa bagi publik bola malang, karena dua musim kemarin Arema ini konsisten. Meskipun ini turnamen Pra Musim tentunya bermain final melawan Persebaya punya bobot tersendiri. Tapi pemain harus tetap membumi karena masih ada ajang sesungguhnya yaitu Liga 1 yang segera dimulai,” tandas calon DPR RI dapil Malang Raya ini kala di jumpai usai pertandingan final di Stadion Kanjuruhan.

Tak salah memang ini menjadi momentum awal kebangkitan dunia sepakbola di Malang Raya. Dalam dua tahun terakhir Arema FC terus menempa talenta – talenta terbaik asal Malang. Singo Edan yang banyak bermaterikan pemain pemain muda, secara rutin mengorbitkan bakat anyar dari Bhumi Arema.

Terakhir, tiga punggawa asal Kabupaten Malang mendapat panggilan Timnas Indonesia. Masing-masing Dedik Setiawan dan Jhon Alfarizi di timnas senior dan Jayus Hariono di timnas U-22.

Menurut Gus Ali, predikat Malang Kota Bola pun memang benar adanya. Malang Raya punya sembilan tim yang berlaga di kompetisi nasional, ratusan sekolah sepakbola (SSB), kompetisi yang berjenjang serta banyak pemain yang tersebar di klub-klub indonesia. Namun sayangnya masih belum ditunjang dengan sarana dan prasarana yang optimal.

“Tentunya kami berharap akan muncul bibit – bibit muda pesepakbola handal asal Malang. Peran Pemerintah dan stakeholder terkait sangat diperlukan. Utamanya dalam penyediaan sarana prasarana pendukung seperti Stadion, hingga lapangan sepakbola yang representatif tersebar di tiap Kecamatan hingga desa. Jika ini terwujud saya optimis akan lahir John Alfarizi hingga Dedik Setiawan baru di Bhumi Arema nantinya,” pungkas Pria Asal Karangploso ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here