Begini Cara UB Kendalikan Pertumbuhan Penduduk dan Migrasi

0
82

PolitikaMalang – Universitas Brawijaya inisiasi Konferensi International
First South East Asia Biennial Conference on Population and Health.

Konferensi yang berlangsung di Singhasari Resort, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018) ini, membahas tentang masalah Populasi dan Kesehatan yang berada di kawasan Asia Tenggara.

Rektor UB, Prof Nuhfil Hanani AR mengatakan pada konferensi ini membahas isu-isu terkait kependudukan dan kesehatan termasuk didalamnya isu mengenai ekonomi, penyakit dan fertilitas, migrasi, serta keanekaragaman.

“Kami harap forum ini bisa dapat menciptakan solusi mengenai kependudukan dan kesehatan di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Nuhfil.

Dikatakan Nuhfil, bahwa Indonesia memiliki wilayah terluas di Asia Tenggara. Adanya keanekaragaman tingkat kepadatan penduduk serta kondisi demografi disetiap negara, maka perlu dibentuk sebuah organisasi atau wadah yang mengkaji mengenai kependudukan dan kesehatan di Asia Tenggara.

“Konferensi ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para peneliti demografi dan kesehatan di Asia tenggara untuk dapat mendiskusikan permasalahan serta tantangan di masa mendatang dan bersama-sama bekerja untuk menemukan solusi bagi kondisi kependudukan dan kesehatan di Asia Tenggara,”pungkasnya.

Dari data BPS, Asia Tenggara merupakan kawasan regional yang terdiri dari 11 negara dengan total populasi sebesar 750 juta penduduk, yang hampir setara dengan tingkat populasi di Eropa.

Populasi ini diprediksi akan semakin meningkat, terutama di Indonesia yang saat ini tengah mencapai 236 juta.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifulloh Yusuf mengatakan pertumbuhan penduduk di Indonesia dari 263 diperkirakan pada 2025 mencapai 350 juta.

Konferensi Internasional UB ini, diharapkan mampu mengambil kebijakan untuk mengendalikan pertumbuhan pendudukan dan migrasi .

“Kami di Jawa Timur juga tengah melakukan penekanan populasi dengan sosialisasi progam dua anak cukup, migrasi, dan peningkatan layanan kesehatan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, konferensi Internasional yang diinisiasi UB ini, diikuti oleh 250 peserta dari berbagai negara Asia Tenggara. Konferensi ini juga dihadiri oleh sejumlah pakar dari berbagai negara, diantaranya Prof Saseendran Pailikadavath dari United Kingdom University, Prof Sherria Hoskin dari Portsmouth University, dan Kepala BKKBN Sigit Priohutomo.

Selain membahas masalah populasi dan kesehatan, Konferensi Internasional UB ini juga menggelar diskusi dengan sejumlah topik diantaranya Family Planning; Fertility and Population Devinded; Family Marriage and Divorce; dan National and International Migration.(*)

Pewarta: Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here