Begini Cerita Mahasiswa UMM Magang BUMN di Sulawesi Selatan

0
38

POLITIKA MALANG – Sejumlah mahasiswa berasal dari berbagai program studi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut serta dalam pelaksanaan magang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersertifikat Batch I di PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan.

Primahaditya Putra Bintang Adi Pradana, salah satunya. Ia mengaku turut mengikuti program tersebut untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Menurutnya, materi di dalam kelas tidak cukup untuk bekal memasuki dunia kerja.

“Magang bisa menjadi bahan pertimbangan kedepannya untuk memilih minat dan bakat dalam kerja. Karena ke depan, kita semua akan melakukan pekerjaan langsung di lapangan,” ujar Prima mahasiswa Fakultas Hukum UMM (23/5/2019).

Magang selama enam bulan ini, sambung Prima dimulai dengan pembekalan dari perusahaan terkait mengenai magang integrasi dan gambaran umum kondisi kerja, hingga sikap saat mengambil keputusan.

Tak cukup sampai disitu, setelah pembekalan peserta akan ditempatkan pada divisi yang sesuai dengan program studi perkuliahan. Prima ditempatkan pada divisi Legal Corporate yang bertanggungjawab terkait masalah hukum di perusahaan. Terutama dalam kawasan industri.

“Kebanyakan kegiatan divisi ini seperti review perjanjian, pembuatan surat keputusan, kemudian update peraturan perseroan khusus kawasan industri BUMN. Tidak hanya diberi materi saja, akan tetapi juga dikenalkan mengenai kondisi lapang dan cara mengatasinya,” sebut pria kelahiran Gresik ini.

Jika dilihat dari aktivitas magang, sebagian besar yang dilakukan Prima sesuai dengan materi di perkuliahan. Hanya saja saat magang, sambungnya, bersifat praktik atau tugas lapang.

Di akhir nanti, katanya, terdapat penilaian terkait kinerja dan penguasan bidang yang digeluti.

“Di sini, yang baru saya pelajari dan tidak ada diperkuliahan seperti pembuatan perjanjian penggunaan tanah industri, pembuatan legal opinion dan pembuatan somasi. Jadi, benar-benar banyak hal yang saya pelajari di sini,” ujar Prima.

Selain mendapatkan bekal praktik di dunia kerja, peserta magang berintegrasi BUMN ini juga mendapatkan gaji di tiap bulannya.

Bahkan tidak hanya itu, mereka juga diberi sertifikat tanda partisipasi magang integrasi BUMN yang dapat digunakan melamar kerja di perusahaan BUMN.

Asisten Khusus Rektor Bidang Perencanaan dan Pengembangan Kerjasama, Dr. Ratih Juliati, M.Si. dalam kesempatan lain menyatakan, skema magang bersertifikat ini UMM telah bekerjasama dengan 142 perusahaan BUMN di bawah Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

Program ini tidak akan mengganggu perkuliahan peserta. Kedepannya akan diterapkan sistem pembelajaran jarak jauh dengan metode blended learning atau pembelajaran berbasis daring. Sehingga peserta tetap dapat melanjutkan perkuliahan yang sedang ditempuh. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu