Begini Dito Arief Anggota DPRD Kota Malang Jaring Aspirasi Dari Warga Masyarakat

0
186

PolitikaMalang – Wakil Ketua Komisi C DPRD kota Malang Dito Arief gelar Reses ketiga DPRD kota Malang di tahun 2018, Jumat (21/12/2018 ) malam.

Salah satu bahasan saat melakukan reses, adalah pembahasan bahaya narkoba dan tentang penyakit tuberkolosis.

Dalam reses ketiga DPRD kota Malang di tahun 2018 ini, Dito Arief yang juga merupakan ketua DPD GRANAT Kota Malang ini menghadirkan beberapa narasumber yang diharapkan akan mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dan memerlukan jawaban secara teknis.

“Saya sengaja undang beberapa narasumber seperti dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingat tahun depan akan digelar Pemilu baik Pemilihan Legislatif (Pileg) ataupun Pemilihan Presiden (Pilpres), kemudian juga kami hadirkan dari aktifis yang menangani penyakit Tuberkolosis, serta beberapa narasumber lainnya,” ujar Dito Arief.

Reses yang diberi tema ‘Membangun Kota Malang Dengan Kesetiakawanan Sosial’ ini dihadiri oleh ratusan masyarakat dari berbagai wilayah dan juga kelompok dimana reses yang dilaksanakan oleh Dito Arief ini berlangsung cukup meriah dalam sesi tanya jawab dengan munculnya banyak pertanyaan dari masyarakat yang langsung dijawab para narasumber yang dihadirkan.

“Dito Arief ini adalah salah satu kader terbaik dari DPD PAN kota Malang yang tentunya akan berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui kinerjanya selama menjabat sebagai anggota DPRD kota Malang saat ini,” ungkap Ketua DPD PAN kota Malang, Pujianto dalam sambutannya.

Pertanyaan, keluhan serta masukan dari masyarakat terkait pembangunan juga disampaikan kepada Dito Arief yang membidangi Komisi C dimana diharapkan masukan dari masyarakat bisa ditampung dan disampaikan kepada pemerintah kota Malang ataupun dibahas di tingkat DPRD kota Malang.

“Pembangunan gorong-gorong di wilayah kami baru selesai Empat bulan yang lalu kok besinya sudah pada menjorok keluar. Ini kan menunjukkan bahwa kualitas pembangunan di kota Malang ini menurun. Tolong diawasi oleh anggota DPRD agar bisa semakin baik,” ungkap Mujianto, salah satu warga Tanjung yang juga hadir saat reses.

Sementara itu, beberapa perwakilan dari komunitas dan sekolah kesehatan juga nampak hadir dan antusias mengikuti penjelasan tentang bahaya tuberkolosis yang diharapkan akan sering disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kami di Komisi C yang membidangi Pembangunan ini mencoba menjaring aspirasi harapan maupun keluhan masyarakat terkait pembangunan yang ada di kota Malang.

Jika ada masukan dari masyarakat untuk pembangunan yang kecil-kecil atau pembangunan yang sifatnya rehabilitasi ringan atau perbaikan insidentil itu masih sangat memungkinkan untuk dilakukan.

“Pembangunan di masa yang akan datang akan lebih difokuskan pada peningkatan kualitas,” ujar Dito Arief.

Dito Arief lebih lanjut menegaskan dirinya akan terbuka dan dengan senang hati menghadiri undangan dari masyarakat atau kelompok masyarakat yang membutuhkan perannya sebagai anggota DPRD kota Malang, mengingat kesempatan melakukan pertemuan tatap muka yang secara resmi dilaksanakan oleh DPRD kota Malang melalui reses sangatlah terbatas.

“Kami akan sangat senang jika ada undangan dari masyarakat untuk hadir, sehingga kami bisa langsung menyerap aspirasi dari warga masyarakat. Tentunya harus kami sesuaikan dengan agenda kegiatan dan undangan lain yang ada,” ujar Dito Arief yang juga mencalonkan diri sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lowokwaru kota Malang ini. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu