Begini Cara IKA UB Berbagi Pasca Gempa di Lombok

0
94

PolitikaMalang – Gempa bumi di Lombok 29 Juli 2018 lalu, menyisakan kepedihan yang mendalam bagi masyarakat di Lombok karena banyaknya korban jiwa dan harta benda.

Berbagai simpati dan bantuan berdatangan dari berbagai kalangan, namun belum juga mampu memulihkan kehidupan normal seperti sebelumnya.

Kini 3 bulan sudah penanganan Lombok pasca gempa, namun kondisinya masih sangat memprihatinkan.

Sesaat setelah terjadinya gempa, Ikatan Alumni UB (IKA) bersama IKA Cabang NTB turut membantu meringankan beban warga Lombok dengan memberikan bantuan berupa pengadaan air bersih, sumur bor, pompa air beserta instalasinya.

Bantuan lain yang diberikan berupa MCK di desa Medana, Kecamatan Tanjung untuk 9 dusun dan 1 untuk balai desa lengkap dengan alat penyaringan air layak minum.

Bantuan lainnya berupa sembako, obat-obatan, alat-alat pertukangan,
perlengkapan ibadah, tenda, terpal, kursi roda dan pelayanan trauma healing.

Kemarin, Tim IKA UB dan UB berkunjung ke Medana pada 27-28/10/18 memberikan bantuan langsung berupa sembako untuk Ponpes Tarbiyah Islamiah dan kegiatan trauma healing yang dikemas dalam bentuk fun study dengab skoline yaitu program pembelajaran sesuai kurikulum SD hasil karya Hapsari (alumni FE UB 88) dan tim.

Hapsari mengatakan bahwa sistem ini cocok untuk anak-anak SD karena praktis, mudah dan dilengkapi dengan game yang menarik untuk anak-anak.

“Sekjen IKA UB Soelasno Lasmono memberikan bantuan 13 units iPhone skoline ini kepada Chairil (Alumni Pengairan 82) sebagai Wakil IKA UB cabang NTB yang selanjutnya untuk bertugas memonitor pemanfaatan fasilitas tersebut,”terang Habsari.

Hadir pula Misbah, Ketua Reuni Akbar UB tahun 2018. Beliau berharap agar kebutuhan tenaga medis dan obat-obatan terpenuhi, didukung peralatan yang memadahi untuk membantu para korban yang membutuhkan pertolongan medis.

Pada kesempatan yang sama, IKA UB juga memberi penyuluhan gizi dan hidup sehat kepada anak-anak korban bencana. Dari hasil diskusi dengan warga setempat tentang membangun potensi pembangunan ekonomi diluar kawasana wisata perlu pendampingan tenaga ahli dari UB misalnya agar masyarakat tidak hanya tergantung pada sektor pariwisata.

Perlu dibuat kerjasama lebih lanjut antara Pemprov NTB dengan UB yang dapat difasilitasi oleh IKA UB cabang NTB. Lalu Gita (alumni FIA 84) sebagai Ketua IKA UB cabang NTB tidak hadir di acara tersebut karena sedang menerima kunjungan investor dari Polandia untuk pengembangan KEK Mandalika NTB sangat mengapresasi kegiatan teman-teman alumni UB dan berharap dapat mewujudkan desa Medana menjadi desa binaan UB.

Soelasno juga menjelaskan bahwa donasi korban gempa dan tsunami dikumpulkan dari kegiatan turnamen golf alumni UB (ABG) dan pertisipasi alumni baik dari Jakarta, Malang dan Surabaya. Dalam hal ini IKA UB bekerja sama dengan LL DIKTI dan TED UB untuk menyalurkan barang-barang bantuan dsn donasi alumni ke Palu pertengahan November 2018 mendatang.

“Saya berharap agar masyarakat Lombok segera pulih dan bangkit membangun potensi ekonomi daerahnya secara maksimal sesuai moto ‘Lombok Bangkit’,” pungkas Soelasno.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here