Berawal Dari Mimpi, Pemuda Ini Raih Penghargaan Satu Indonesia Award Jatim

0
98

PolitikaMalang – 90 Tahun yang lalu para pemuda telah mengupayakan kemerdekaan melalui sumpah pemuda. Pemuda memang memiliki peran penting dalam sejarah Republik Indonesia. Berkat desakan pemuda yang “menculik” Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat, Indonesia kemudian memproklamasikan kemerdekaannya.

Namun di era millennials ini banyak pemuda yang belum bisa memiliki peran menjadi agen of change di masyarakat. Tahun lalu 2017 pemuda yang bernama Mahatva Yoga ini meraih penghargaan Pemuda Pelopor terbaik I Kota Malang Bidang Sosial Budaya Pariwisata serta Terbaik ke III untuk Provinsi Jawa Timur.
Pemuda penghobi vespa ini tak pernah berhenti pada saat mendapatkan penghargaan saja. Melainkan semakin bekerja keras untuk bisa terus menjadi pendamping masyarakat.

Tahun ini tepat dalam peringatan sumpah pemuda, PT Astra International Tbk mempersembahkan semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2018 bagi generasi muda yang tak kenal lelah memberi manfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru tanah air. Apresiasi diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang : Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Kesehatan, Teknologi dan satu Kelompok yang mewakili lima kategori tersebut.

Pemuda ini juga mendapatkan prestasi tidak kalah membanggakan. Dari 5.961 pendaftar #SATUIndonesiaAwards2018, telah terpilih 12 finalis dengan kegiatan yang menginspirasi dan menebarkan manfaat untuk masyarakat sekitar. Namun tidak hanya 12 finalis saja yang melaju nasional. SATU Indonesia Award juga memberikan apresiasi untuk pemuda yang telah mewakili di tiap Provinsi.

Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Tangguh di Bidang Pendidikan, Yoga berhasil menjadi terbaik di Jawa Timur. Penghargaan ini diraih ketika generasi muda masih banyak hidup dengan dunia dalam genggaman. Dia lebih tertarik untuk bisa memberikan kemanfaatan di masyarakat pesisir dengan melakukan pendampingan serta pemberdayaan masyarakat melalui pola ekonomi pariwisata dan advokasi bantuan hukum.

Pemuda yang juga merupakan Direktur Lembaga Adiwangsa Research ini juga terus mengembangan karir dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan memulai beberapa program yang mengusung literasi di desa tertinggal.
Harapannya, akan muncul para generasi muda pembaharuan bangsa. Bukan hanya bisa memberdayakan dirinya namun bisa membantu masyarakat di sekitarnya untuk suatu tujuan yang sangat mulia.

“Untuk agenda terdekat ini, dirinya akan melakukan riset tentang 100 hari kinerja Walikota dan Wakil Walikota Malang serta Survey Politik tentang Harapan masyarakat Malang Raya terhadap calon legislative pada pemilu 2019”, jelas pemuda 27 tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here