Bersama Mobil Pintar BIPA UMM  Kunjungi YPAC Malang

0
29

POLITIKA MALANG – Sekelompok mahasiswa dari Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari berbagai negara, Jum’at sore (17/5/2019) berbagi Ilmu dan buka bersama dampingi Mobil Pintar atau mobil Kaca UMM ke YPAC Malang .

Momen Ramadhan rupanya dimanfaatkan UMM bersama sekelompok mahasiswa asing ini dengan cara berbeda mengajak mereka untuk berbaur bersama anak anak YPAC.

Kepala Humaa UMM Kriana menerangkan, kegiatan filantropi ke Panti Asuhan dan ke beberapa tempat khusus lain nantinya, sebagai bentuk usaha BIPA UMM untuk melakukan diplomasi kemanusiaan. Yakni mempererat hubungan negara asal mahasiswa asing melalui kegiatan berbagi atau kemanusiaan.

Ada yang berbeda di program ayo bermain, membaca dan dongeng yang biasanya dilakukan.hari kamis, di bulan ramadhan ini dikhususkan dengan acara Buka Bersama.

“Kebetulan, baru terselenggara tahun ini, di Ramadhan ini, melalui kegiatan buka bersama. Sejauh ini baru dua panti, minggu lalu di panti asuhan Aisyiyah, dan saat ini kita laksanakan di (Yayasan Pembinaan.Anak Cacat) YPAC Jl Tumenggung Suryo 39 Malang.

“Mobil pintar ini kita coba di bulan puasa mengajak mahasiswa asing UMM untuk ke YPAC.

Selain memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa, juga untuk memberikan edukasi khusus bagi saudara saudara kita yang di panti serta anak anak yang ada di YPAC.

Selain itu, lanjut Krisna, kegiatan ini juga bersifat rekreatif. Kegiatan ini dimaksudkan agar para mahasiswa BIPA UMM tidak jenuh belajar di kelas. “Mereka keluar kelas untuk mengunjungi tempat khusus, yaitu tempat mereka untuk berbagai, tempat mereka untuk menjalin sebuah komunikasi yang berkesetaraan,” ungkap Kriana.

Di YPAC mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia ini sangat antusias sekali. Mereka berbaur bersama anak anak YPAC ada yang mengajar membaca, nonton TV dan mendongeng sebelum buka bersama.

Bantuan yang diberikan tidak hanya yang bersifat intelektual, seperti pembelajaran bahasa. Pembelajaran ini dilakukan agar mahasiswa BIPA tidak hanya mengenal budaya dan wisata. Lebih dari itu, mahasiswa juga memahami dinamika sosial yang ada di sekitar tempat mereka tinggal selama belajar budaya dan bahasa.

Mahasiswa BIPA antusias mengikuti kegiatan tahunan ini. Bagi mahasiswa asing muslim, kegiatan ini menarik karena mereka menemukan pengalaman tak biasa. Tidak seperti kebiasaan yang mereka alami di negaranya.

Bagi non-muslim, pengalaman buka bersama dengan masyarakat lokal sebagai pembelajaran keragaman.

“Setelah saya mengikuti acara itu, saya senang sekali karena bisa melihat bagaimana panti asuhan maupun Yayasan Pembinaan Anak Cacat di Indonesia. Sangat berbeda sekali . Di Indonesia bisa bebas berkomunikasi, sedangkan di Negara kami hal seperti ini tidak pernah ditemui bahkan ditutupi,” ujar Karen salah satu mahasiswi Asing UMM asal Korea Utara.

Bedalagi Vuly, mahasiswa asal Mesir “saya menjadi tahu karena melihat langsung bagaimana tradisi orang Indonesia ketika berbuka puasa,” ungkap Vuly senang. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu