Bupati Malang: Peringatan Muharram Sebagai Momentum Muhasabah

PolitikaMalang – Peringatan 1 Muharram 1442 H yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang dihadiri langsung oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang, Senin (7/9) pagi. Kegiatan yang bertemakan “Dengan memasuki Tahun Baru Islam 1442 H, Kita Menuju Tatanan Baru, Berhijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik” itu dihadiri pula oleh para Kyai, Alim Ulama, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Malang, Ketua BAZNAS, Ketua MUI, Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Jajaran Forkopimda, para Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD, serta Camat.

Dalam sambutannya, Bupati menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik dan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan baik, mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ungkapnya seraya di amin-kan oleh seluruh undangan yang hadir.

Menurutnya, dimana selain untuk menjadi sarana untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H secara bersamaan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan wujud pengabdian Pemerintah Kabupaten Malang dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan berupa paket sembako untuk kaum dhuafa dan anak yatim. “Dari tema yang diambil, ini sebagai introspeksi diri, muhasabah selama satu tahun apa yang kita lakukan kita harus mengetahui apa saja yang pernah kita perbuat, yang nampak biasanya yang baik-baik saja tetapi kesalahan-kesalahan jarang diingat. Maka dalam rangka berhijrah khususnya dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat dimana kita sebagai pimpinan harus muhasabah terhadap apa yang dilakukan sehingga nanti bisa menemukan jati diri yang sebenarnya,” ungkap Abah, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sebagai pelayan publik harus melayani dengan tulus ikhlas dan harus mengedepankan sikap yang sesuai aturan, karena masyarakat menghendaki pelayanan tepat, cepat, dan murah, tidak bertele-tele / berlama-lama sehingga jargon yang dulu sudah harus dihilangkan, karena sekarang jargonnya sudah berganti menjadi “kalau bisa 1 menit kenapa harus 1 jam”. “Alhamdulillah Kabupaten Malang telah menunjukkan pelayanan tercepat dari program KETAN IRENG (Kesehatan dan Pencatatan Sipil Mari Bareng) yang dibuat atas kerjasama dengan banyak pihak. Teknisnya, ketika rumah sakit melaporkan ada anak bayi baru lahir, lalu saat pulang pasca persalinan, otomatis sudah bisa tercetak akta kelahiran, KIA, dan perubahan KK. Pelayanan KTP pun begitu dengan program Plat N-nya, pelayanan kilat pengurusan catatan sipil itu mengurus KTP 3 menit sudah selesai tanpa bayar dan tanpa ribet, jadi masyarakat harus dipermudah dengan adanya program tersebut. Disamping itu sebagai ASN dan Kepala Dinas, Camat, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pesannya.

Baca Juga :   Balihonya Diduga Dirusak, Bu Nyai Lathifah Ajak Berpolitik Santun

Leave a Reply