Bupati Njoget, Sehatkan Jiwa

0
40

Oleh: Atika c. Larasati*

PolitikaMalang – Menulis hal ini, membuat saya senyum-senyum sendiri dan sedikit malu karena melihat video nyanyi dan njoget Bupati Malang yang dinyinyiri netijen. Sembari berpikir keras, begitu tidak enaknya menjadi pemimpin, ingin nyanyi saja susah. Kuatir salah waktu dan tempat.

Mari kita ingat kembali di tahun 2018 mungkin menjadi tahun luar biasa bagi warga kabapaten Malang karena harus menerima kenyataan, bahwa pemimpin daerah yang telah mereka pilih sepenuh hati untuk memimpin daerah ditahan oleh KPK atas dugaan suap dan gratifikiasi, Rendra kresna pun harus mundur sebagai bupati Malang, dan melalui surat tugas Gubernur Jawa Timur memberikan tugas kepada HM Sanusi sebagai wakil Bupati Malang untuk menjalankan tugas wewenang sebagai pelaksana tugas (plt) Bupati Malang. Dan barulah tanggal 16 september 2019 lalu HM Sanusi dilantik sebagai Bupati Malang Definitif, setelah hampir setahun menjadi Plt Bupati Malang. HM Sanusi akan meneruskan sisa masa jabatan tahun 2016-2021 untuk memimpin Kabupaten Malang.

Hingga sampai berita viralnya Bupati definitif HM Sanusi dan jajaran sedang karaoke dan berjoget di ruang kerja yang dianggap sebagai pesta kemenangan bupati baru dengan membawa nilai kesakralan pendopo kabupaten Malang yang digunakan sebagai tempat pengambil keputusan. Komentar dari hasil share video ini pun begitu tajam.

Memang, sedikit tak elok jika kita membandingkan keadaan masyarakat kabupaten Malang yang sedang kekurangan air bersih dengan “pesta” yang sedang dilakukan oleh bupatinya. perbandingan keadaan ini berasal dari pengunggah pertama yang sepertinya memicu kritik tajam komentator lain. Walau kemudian hal itu telah diklarifikasi oleh humas Pemkab Mwlang bahwa acara tersebut hanya untuk menghormati tamu yang datang dan dilakukan diluar jam kerja.

Sebagai masyarakat biasa, pastilah kita sudah tahu bahwa seorang bupati memiliki tugas yang berat memimpin penyelenggaraan daerah dan yang paling berat adalah bersikap sesuai dengan keinginan atau kehendak masyarakatnya. Padahal sebagai manusia biasa jelaslah pasti ada kejenuhan dan pusing-pusing yang semakin lama menjadi bukit, kemudian hal ini mampu membawa kepada stres, atau depresi sehingga kita haruslah sedikit menyadari bahwa hiburan untuk menyehatkan jiwa dibutuhkan. Kegiatan yang paling mudah untuk menghilangkan stress adalah bernyanyi dan menari alias njoget!

Jika kita mencari artikel-artikel kesehatan tentang hal positive dari bernyanyi dan njoget untuk kesehatan, pastilah akan banyak sekali informasi yang mengamini hal ini. Dengan menyanyi secara tidak langsung orang tersebut telah mencurahkan sebagian perasaanya dan menurunkan tingkat depresi. Menurut artikel kesehatan psikologi pun menari mengikuti alunan musik baik secara sengaja ataupun tidak, sangat baik efeknya pada kesehatan mental seseorang seperti: menurunkan tingkat kecemasan, memperbaiki suasana hati, memperbaiki cara berpikir dalam kemampuannya untuk problem solving, menstabilkan fungsi saraf.

Lalu merujuk pada hal ini, di mana letak salahnya ketika seorang menari dan menyanyi? Apa kerena HM Sanusi seorang Bupati? Dengan menyanyi dan menari membuat kepemimpinannya dipertanyakan oleh rakyat? Atau karena tempat HM Sanusi njoget adalah di pendopo Bupati yang katanya sakral? Mungkin jika diicari lagi berapa banyak tarian dan nyanyian yang dilakukan di pendopo kabupaten yang sudah dilakukan, pastilah akan banyak sekali. Ah atau mugkin karena HM Sanusi melakukannya di ruang kerja? Lebih terhormat, ketimbang harus ke karokean dan dimpingi adek-adek gemes. Saya pribadi juga kurang mengetahui, apa karokean yang viral kemarin ini adalah sebagai bentuk pesta sang bupati yang baru dilantik, padahal sudah menggantikan jabatan hampir setahun.

Kita harusnya bersyukur jika para pemimpin dan pemegang kekuasaan jauh dari penyakit jiwa, dan sehat mentalnya. Ini jelas akan mempengaruhi akal sehat para pemimpin dan pemilik kekuasaan dalam mengatur dan mengambil kebijakan untuk rakyatnya. Ah, saya akan selalu berbaik sangka, bahkan ingin mencoba memperbaiki kesehatan mental saya lewat nyanyi dan njoget ala HM Sanusi, apa netijen juga berminat? Yuk njoget sama-sama.

*Penulis adalah mahasiswi S3 Fisip Universitas Brawijaya