Walikota Malang Siap Tidak Tegas Guru Tersangka Pencabulan

0
52

PolitikaMalang – Walikota Malang Sutiaji hari ini, Senin (12/2/2019) tiba tiba melakukan kunjungan. Mendadak Setelah mendapatkan beberapa pengaduan dari masyarakat terkait kasus pencemaran citra pendidikan kota malang yang terjadi di SDN Kauman 3 dan SMPN 13 Malang.

Walikota Malang, H. Sutiaji melakukan tinjau lapangan ke lokasi dimaksud dengan tujuan untuk mengklarifikasi dan mendapat informasi terkait pemberitaan di media massa.”oknum Guru olahraga cabuli puluhan siswi”.

Kegiatan yang digelar pada hari Senin (11/2/2019) tersebut dimulai dengan tinjauan ke SDN Kauman 3 Malang, Walikota Sutiaji diterima secara resmi oleh Kepala Sekolah SDN Kauman 3, Irina Rosemari.

Dari hasil dialog yang dilaksanakan tersebut, Walikota Sutiaji langsung memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk segera memberikan sanksi kepada oknum PNS yang telah melakukan pelanggaran sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Walikota Sutiaji juga memerintahkan Kepala Sekolah SDN Kauman 3 beserta Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mengumpulkan wali murid dalam rangka dialog dan memberikan jaminan kepastian serta rasa aman pada wali murid agar lebih tenang dalam menyekolahkan anak-anaknya.

“Jaminan rasa aman dan nyaman bukan saja harus diterima oleh wali murid SDN Kauman 3, namun juga kepada seluruh wali murid yang anaknya bersekolah di Kota Malang; jangan sampai citra pendidikan Kota Malang kembali tercoreng atas ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab” ujar Sutiaji.

Saya berharap, lanjut Sutiaji, hal semacam ini tidak terulang kembali; Pemerintah Kota Malang akan langsung bertindak dan mengambil kebijakan sesuai dengan aturan yang ada dalam rangka mengawal proses pendidikan di Kota Malang.

Sementara itu, terkait pemberitaan lainnya di SMPN 13 Malang, kunjungan Walikota Sutiaji juga diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Lilik Ernawati.

Dalam kunjungan tersebut, didapat informasi bahwa 2 siswa telah dipindahkan ke Mts Sunan Giri sedangkan 2 siswa lainnya masih bersekolah di SMPN 13 Malang dengan perhatian khusus. “Jadi bukan dikeluarkan, melainkan dipindahkan ke Mts Sunan Giri; kalau dikeluarkan itu namanya lepas tangan dan tidak bertanggung jawab; pihak sekolah hanya memindahkan saja” ujar Sutiaji.

Sutiaji juga menyatakan bahwa hal ini terjadi karena kenakalan remaja yang membutuhkan perhatian lebih dari orang tua dan pihak sekolah, karena bagaimana pun juga apa yang terjadi pada anak-anak kita itu adalah tanggung jawab kita bersama. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here