Dijagokan Maju Pilkada, LSI Denny JA: Gus Ali Punya “Wow Effect” Untuk Ungguli Petahana

0
151


PolitikaMalang – Lembaga survei SIGI LSI Denny JA menilai, sosok Ali Ahmad punya potensi mengungguli petahana di pilkada Kabupaten Malang 2020. Hal ini disampaikan oleh peneliti SIGI LSI Denny JA, Dito arief. Menurutnya, pasca berpindahnya Bupati Petahana ke PDIP, nama Ali Ahmad atau Gus Ali, dengan faktor-faktor yang dimilikinya menjadi sosok yang paling berpeluang untuk direkom oleh PKB.

“Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad terbukti berhasil melambungkan jumlah Kursi PKB menyamai perolehan Kursi PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019 di Kabupaten Malang dari 8 Kursi menjadi 12 Kursi” ungkapnya (27/2/20)

Ia menambahkan, sebagai “Politisi Lokal”, Ali Ahmad bahkan berhasil mengamankan kursinya sendiri dan terpilih menjadi anggota DPR RI bersama dengan Latifah Shohib mewakili PKB dari Dapil Malang Raya. Menariknya, Gus Ali berhasil mempecundangi 2 Politisi senior yaitu Totok Daryanto dari PAN dan Nurhayati Ali Asegaff dari Demokrat untuk merebut kursi ketujuh dari total 8 Kursi yang diperebutkan untuk Dapil Malang Raya.

“Tentunya dengan prestasi menghasilkan 12 Kursi Kabupaten, 2 Kursi Propinsi dan 2 Kursi DPR RI dari Malang Raya menjadi kontribusi signifikan yang akan menjadi nilai Plus Gus Ali dimata DPP PKB. Sosok Gus Ali sebagai figur politisi yang fresh menjelma sebagai “The Rising Star” baru di Malang Raya” tambahnya.

Dito menilai, faktor lain yang menguatkan potensi Gus Ali memperoleh rekom PKB adalah, sosok Sekjen PKB Hasanudin Wahid, yang merupakan Caleg PKB peraih suara terbanyak ketiga di Dapil Malang Raya. Majunya Gus Ali sebagai Calon Bupati dari PKB tentunya akan melapangkan jalan bagi sosok kepercayaan Cak Imin ini untuk menjadi anggota DPR RI menggantikan Gus Ali, sehingga dengan skenario tersebut akan menjadi Win Win Solution yang
membuat DPP PKB totalitas dalam memenangkan calonnya dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Gus Ali menggambarkan sosok Santri – Pengusaha, yang memiliki potensi “Wow Effect” yang kuat di akar rumput Nahdhiyin, pemilih rasional dan swing voter di Kabupaten Malang. Potensi yang tidak dimiliki oleh semua politisi atau publik figur ini bisa menjadi kekuatan alami dalam meracik strategi pemenangan nantinya” tegasnya.

Ditambah, Segmen pemilih Kabupaten Malang yang mayoritas merupakan massa Nahdhiyin dan Nasionalis tentu akan menjadi ceruk potensial bagi calon yang menjadi representasi NU. Karakter pemilih tradisional yang paternalistik juga memudahkan mendeliver pesan elektoral kepada pemilih “Ijo” bilamana terdapat figur yang tepat dan representatif.

Ditengah bonus demografi dengan meningkatnya jumlah pemilih usia produktif, sosok Gus Ali yang cenderung lebih komunikatif dan melek media sosial juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemilih milenial.

“Gus Ali termasuk tipikal politisi modern yang cepat beradaptasi” pungkasnya.

Jika potensi Gus Ali dari PKB digabungkan dengan koalisi partai lain, Dito Arif meyakini akan muncul kekuatan dahsyat dan akan menjadi lawan sepadan bagi Sanusi sebagai petahana yang diusung oleh PDIP.