Djarot Saiful Hidayat Buka Konfercab Zona 2 Di Malang

0
95

Politikamalang – Konfercab serentak DPC kota dan Kabupaten se Jawa timur hari ini digelar di tiga zona, Malang , Madiun dan Surabaya.

Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDI-Perjuangan Djarot Saiful Hidayat membuka Konfercab Zona 2 Di Malang. Minggu (07/07/2019), bertempat di Hotel Savana Kota Malang, dihadiri oleh 13 DPC Kota/Kabupaten.

Zona 2 ini diantaranya, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Blitar, kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri kota Kediri.

Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa evaluasi yang dibahas. Serta target PDIP tahun depan untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa Kabupaten/Kota.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, pada momen Pemilu 2019 lalu, PDIP mampu meraih suara terbanyak di Jawa Timur.

“Setelah tahun 1999, kembali terjadi momen yang luar biasa.
Kami mampu menjadi yang nomor satu di Jawa Timur. Tentunya, hal ini menjadi motivasi kami,” terang dia.

Pada kesempatan tersebut, Djarot menekankan, hal tersebut justru akan menjadi bahan evaluasi dan tidak membuatnya lengah. “Tahun 1999 lalu, kami menang besar dan lengah. Tentu, kami tidak ingin seperti itu lagi. Kami akan terus berjuang di dalam jalan ideologi, demi rakyat Indonesia,” papar dia.

Pada kesempatan tersebut, Djarot mengungkapkan, untuk itu, pihaknya akan bergandengan tangan untuk menyatukan kekuatan demi menjawab berbagai tantangan yang ada.

Ada beberapa evaluasi kinerja yang dilakukan dalam pertemuan tersebut. “Mulai dari hasil evaluasi pilpres dan pileg, ada konflik atau tidak. Organisasi berjalan atau tidak. Ada anggota yang terkena hukum atau tidak. Kalau ada yang terkena kasus hukum, kami tidak mau. NO!” tegas dia.

Selain melakukan evaluasi tersebut, pihaknya juga akan melakukan persiapan untuk menghadapi Pilkada 2020 mendatang.

Dalam zona dua ini, ada tujuh pilkada yang akan dilakukan dan ada sekitar 30 an kader yang terlibat. “Maka, kami harus tuntaskan konsolidasi untuk memenangkan Pilkada 2020. Kalau target secara nasional, kami berjuang meraih suara maksimal 60 persen untuk Pilkada serentak,” papar pria berkacamata itu.

Terkait sederet nama yang akan menjadi menteri dan dimasukkan dalam kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf Amin, partai sepenuhnya menyerahkan urusan kabinet kepada Jokowi. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah memiliki pengalaman lebih dalam menyusun kabinet sebagaimana pembentukan kabinet kerja pertama yang telah dibentuk.

“Kabinet sepenuhnya hak dari Pak Jokowi. Beliau pasti memiliki pertimbangan, karena sudah ada pengalaman sebelumnya. Dulu waktu kabinet awal belum ada pengalaman sehingga terjadi bongkar pasang, kalau sekarang saya rasa akan lebih berani lagi,” kata dia.

Menurutnya, Jokowi pasti akan memilih sosok yang memiliki integritas tinggi serta kemampuan bekerja yang baik. Selain itu juga sosok yang mampu berkomunikasi dengan baik. Karena dalam masa kepemimpinan ke duanya ini, tentunya ingin ada warisan yang bisa ditinggalkan dalam pembangunan Indonesia.

“Pak Jokowi pasti inginnya meninggalkan warisan yang baik dan 2024 nggak nyalon lagi. Indonesia harus dibangun dalam ideologi Pancasila, supaya 2024 indonesia berdaulat pangan, energi, dan lain sebagainya. Itu sebabnya UMKM digerakkan serta infrastruktur dibangun,” tandas dia.

Dam Konfercab 2019 ini, ternyata ada kejutan di Struktur baru Malang Raya. Tiga mantan ketua KPUD Malang Raya masuk di kepengurusan DPC PDIP Perjuangan di wilayah masing masing.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu