Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Gus Ali Dukung Abdurahman Saleh Jadi Bandara Internasional

0
313

PolitikaMalang – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memasukkan program peningkatan status Bandara Abdulrachman Saleh menjadi Bandara Internasional dan melanjutkan proyek jalur lintas selatan (JLS) dalam program prioritas 5 Tahun kedepan mendapat apresiasi dari Inisiator Malang Raya, The Little Indonesia, H Ali Ahmad.

Sebelumnya dalam agenda kunjungan ke Malang Raya akhir pekan lalu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan untuk mendorong peningkatan status Bandara yang terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tersebut. Emil juga mengatakan bahwa izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) pun telah dikantongi untuk bisa melanjutkan proyek JLS dari pantai Balekambang menuju Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo.

Gus Ali sapaan akrabnya, berharap agar ada percepatan untuk merealisasikan program tersebut. Pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Malang Raya itu menyebut rencana kenaikan status Bandara Abdulrachman Saleh dinilai penting untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke wilayah Malang Raya, dan tentunya menjadi salah satu komponen pembangunan perekonomian di Bhumi Arema.

Data dari tiga pemerintah daerah di Malang Raya mencatat jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara terus meningkat dari tahun ke tahun. Total hampir 17 juta wisatawan berkunjung ke Malang Raya.

Pemerintah Kota Malang misalnya mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Tahun 2016 kunjungan wisatawan sebanyak 3.996.609 wisatawan, dengan rincian 3.987.074 wisatawan nusantara dan 9.535 wisatawan mancanegara. Tahun 2017 naik menjadi 4.914.910 wisatawan, meliputi 4.902.946 wisatawan nusantara dan 11.934 wisatawan mancanegara. Sementara itu di tahun 2018 jumlah kunjungan wisatawan nusantara berkisar 4,2 juta wisatawan dan untuk wisatawan mancanegara sebanyak 15.000 wisatawan.

Di Kota Wisata Batu, menembus angka 5,6 juta wisatawan. Wisatawan Domestik masih mendominasi sebesar 5.587.907. sedangkan untuk Wisatawan Mancanegara sejumlah 16.386. Pun demikian dengan Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang. Tercatat 7 juta lebih wisatawan berkunjung ke Kabupaten terbesar kedua di Jawa Timur itu.

“Keberadaan infrastruktur tentu menjadi kunci untuk membangun pariwisata. Minat penerbangan menuju ke Malang cukup tinggi, namun belum bisa terakomodir karena waktu penerbangan di Abdulrachman Saleh masih terbatas pada pagi dan siang hari. Sehingga selama ini wisatawan mancanegara harus transit dulu di Juanda, kemudian baru menempuh perjalanan 2-3 jam menuju malang,” kata pria asal Karangploso tersebut.

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini berharap ada sinergi dari ketiga daerah di tersebut untuk bersama-sama memajukan pariwisata di Malang Raya. Ia pun menyebut tiap daerah pun punya keunggulan dan keunikannya masing-masing, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jika ketiganya saling bersinergi, Gus Ali yakin Malang Raya bisa bersaing dengan Bali dan Yogyakarta.

“Malang Raya ini bisa disebut Miniatur Nusantara (The Little Indonesia) karena punya paket komplit wisata. Seperti di Kabupaten Malang punya keunggulan di wisata alam dengan puluhan pantai dan coban. Juga wisata heritage sebagai bagian dari sejarah panjang Kerajaan Singhasari. Kota Malang punya keunggulan di wisata kuliner. Pun demikian dengan Kota Wisata Batu dengan wisata buatan seperti Jawa Timur Park. Juga wisata alam agrowisata,” beber calon DPR RI dapil Malang Raya itu.