DPR Komisi XI Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan Lewat Peran Pers

PolitikaMalang – Dalam rangka Hari Pers Nasional, peran pers dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis digital diapresiasi anggota DPR RI komisi XI, Ali Ahmad.

Menurut politisi PKB ini, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 menjadi momentum penguatan peran pers sebagai jembatan sekaligus ujung tombak ekonomi kerakyatan berbasis digital.

“Di era serba digital, pemberitaan terkait daya saing UMKM pun mendapatkan porsi khusus pemerintah. Sehingga hal ini menjadi salah satu acuan pemerintah untuk dapat berupaya dengan baik merumuskan kebijakan bagi sektor tersebut. Itu sejalan dengan program pemerintah dalam menunjang ekonomi kerakyatan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ali Ahmad ini, Sabtu (8/2/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, peranan pers saat ini sangat penting, kaitannya dalam hal melakukan sosialisasi program pemerintah yang berkaitan dengan UMKM.

“Pers hendaknya konsisten menyampaikan berita dan informasi para pelaku UMKM yang telah sukses, agar dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus terpacu mengembangkan usahanya,” terangnya.

Menurutnya, meski platform media mungkin akan mengalami perubahan sejalan dengan era digitalisasi, tapi tugas Insan pers harus terus berlanjut dalam merawat kebangsaan.

“Media sebagai ujung tombak informasi di Indonesia diharapkan bisa menyajikan pemberitaan yang kredibel yang mengedukasi masyarakat,” tegas pengasuh Ponpes Alhidayah Karangploso itu.

Apalagi di tengah perkembangan informasi dan digitalisasi, kata Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini, ternyata makin mempermudah penyebaran berita bohong (hoaks) yang belakangan cukup mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat.

“Perlu peran serta semua pihak untuk mengedukasi masyarakat agar memilih dan memilah berita yang benar dan tidak. Media harus lebih detail dan lengkap dalam menyajikan berita sehingga menjadi rujukan masyarakat. Dengan ini maka hoaks akan bisa diatasi,” terang pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Malang Raya ini.

Gus Ali berharap ke depan pers harus mampu menyajikan konten berkualitas dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ini menurutnya tidak lain untuk memenuhi kebutuhan konsumen saat ini yang didominasi kalangan milenial sebagai penyumbang populasi terbesar di Indonesia.

“Perkembangan zaman digital seperti sekarang yang didominasi kaum milenial, mereka suka mencari informasi pada one stop service, melalui beragam platform digital yang disediakan ponsel pintar (smartphone),” tuturnya.

Kondisi ini menurut  Gus Ali, selaras dengan Data dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan 54,3 persen millennial membaca media online setiap hari berbanding 11.9 persen dari generasi yang lebih tua melakukannya.

“Hal ini tentunya membuat generasi milenial semakin melek media. Sehingga perlu didukung oleh insan pers yang memberikan informasi positif dan berkualitas agar tidak mudah termakan hoaks,” pungkas Gus Ali.

Baca Juga :   Dampak Covid-19, Pendapatan Kota Malang Turun 20,78 Persen

Leave a Reply