Dua Wajah Baru Pastikan Isi Slot Kursi DPR RI Dapil Malang Raya

0
1436

PolitikaMalang – Rekapitulasi suara hasil Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dapil Malang Raya akhirnya tuntas juga. Delapan kursi anggota DPR RI asal Malang Raya pun sudah terisi, dua diantaranya menjadi milik caleg (calon legislatif ) pendatang baru, Krisdayanti dan Ali Ahmad. Ini berdasarkan data rekapitulasi hasil Pemilu yang dikalkulasi suara kursi DPR RI menggunakan sainte league (sistem penghitungan Pemilu).

Keduanya pun mampu mengalahkan dua calon petahana, Totok Daryanto (PAN) dan Nurhayati Ali Assegaf (Partai Demokrat) yang hampir dipastikan tak kembali ke Senayan.

Perolehan suara berdasarkan data rekapitulasi se-Malang Raya diketahui PDIP mengantongi 560.227 (3 kursi), PKB mendapatkan 368.755 (2 kursi), Gerindra mengantongi 207.707 (1 kursi), Golkar mendapat 173.640 (1 kursi) dan NasDem mendapatkan 161.548 (1 kursi).

Sementara itu, Krisdayanti berada di peringkat pertama. Diva pop yang diusung PDI Perjuangan ini berada di peringkat pertama dengan meraih 132.131 suara.

Posisi kedua ditempati Hj Lathifah Shohib (PKB) mendapatkan 109.992 suara. Setelah itu berturut-turut Ahmad Basarah (PDI Perjuangan) meraih 104.914 suara,  Moreno Soeprapto (Gerindra) sebanyak 59.296 suara, Andreas Eddy Susetyo (PDI Perjuangan) 52.641 suara, Ali Ahmad (PKB) 47.507 suara, Ridwan Hisjam (Golkar) 35.529 suara dan Kresna Dewanata (Nasdem) memperoleh 30.011 suara. Jumlah suara tersebut merupakan perolehan sebagai caleg dipadu dengan perolehan suara partai yang tertinggi.

Lolosnya dua nama caleg pendatang baru, Krisdayanti dan Ali Ahmad sebetulnya bukan satu hal yang mengejutkan. Bahkan keduanya sudah jauh hari diprediksi menjadi penantang serius di pemilu 2019 kali ini.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Riset Adiwangsa yang di rilis awal Maret lalu, baik Ali Ahmad maupun Krisdayanti memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang cukup tinggi.

Dari sisi tingkat elektabilitas, Ali Ahmad berada di urutan ketujuh dengan elektabilitas 8,1 persen. Sedangkan Krisdayanti cukup melejit di angka 9,8 persen.

Keduanya berada diatas calon legislatif petahana, Kresna Dewanata Phrosak dari partai NasDem (5,1 %), Nurhayati Assegaf dari Partai Demokrat (4,1%), Totok Daryanto dari PAN (3,75), Hasanudin Wahid dari PKB (2%), hingga Geng Wahyudi dari Partai NasDem (1,4%).

Sementara itu, dari hasil survei Adiwangsa dengan uji saint league saat itu didapatkan hasil bahwa, PDIP akan meraih kursi pertama dan kelima, PKB kedua dan keenam, Golkar ketiga, Gerindra keempat, Nasdem ketujuh, dan tiga selanjutnya diperebutkan PDIP, Demokrat, serta PAN. Hasil survei yang dilakukan terhadap 480 responden, dengan margin error kurang lebih 4,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen itu pun nyaris sama dengan hasil Pemilu 2019 ini.

Sementara itu kepada awak media, Krisdayanti mengucapkan rasa syukur atas perolehan suara terbanyak di daerah pemilihan Malang Raya.

“Alhamdulillah terimakasih apresiasinya, mohon doanya semoga berdiri untuk rakyat dalam perjalanan penuh amanah dan doa. Jangan mengecewakan konstituen di dapil dan tim yang sudah berjuang dengan relawan hebat,” katanya.

Perempuan kelahiran Kota Batu ini ingin menjadikan DPR yang lebih produktif dan meningkatkan kinerja legislasi yang berkualitas.

Hal senada juga diungkapkan oleh caleg pendatang baru lainnya, Ali Ahmad. Pria yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Malang itu bersyukur serta berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan amanahnya kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Syukur. Alhamdulillah PKB mendapatkan 2 kursi untuk DPR RI. Kursi ke-2 dan ke-7. Ini amanah besar bagi kami. Tentunya akan kita perjuangkan untuk kepentingan masyarakat Malang Raya,” tegas pria yang akrab disapa Gus Ali ini, Selasa (7/5/2019).

Dengan latar belakang seorang santri dan kini menjadi pengasuh Ponpes, pihaknya terus berkomitmen untuk mengawal RUU Pesantren hingga disahkan menjadi Undang – Undang.

“Ini menjadi produk hukum yang ditunggu oleh masyarakat, khususnya kalangan pesantren. Karena bagaimanapun, tidak bisa dipungkiri peran, kontribusi dan posisi strategis pesantren di dalam konteks pendidikan nasional. UU Pesantren ini akan menjadi payung hukum untuk pemberian anggaran bagi pondok pesantren,” jelas pengasuh Ponpes Alhidayah Karangploso tersebut.

Selain itu kata Gus Ali sesuai arahan DPP PKB, tugas lain yang akan diperjuangkan dan diwujudkan dalam politik anggaran adalah mewujudkan dana desa Rp 4 miliar per desa/tahun agar mendorong pembangunan infrastruktur maupun percepatan ekonomi di wilayah pedesaan.