Gagasan Ma’ruf Amin Dalam Debat Wapres Patahkan Kekhawatiran Pendukungnya di Malang

0
125

PolitikaMalang – Debat Wakil Presiden (wapres) yang berlangsung Minggu (18/03/2019) tadi malam dinilai Generasi Milenial For One Malang sebagai ajang refleksi kebutuhan anak-anak muda.

Saya yakin, banyak pendukung Jokowi yang khawatir menonton debat semalam, termasuk saya.

Performa KH Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi, jujur bukan sesuatu yang bisa dibanggakan saat awal Jokowi memilihnya. Selain beliau sudah sepuh, tidak tampak hal yang bisa dibanggakan jika beliau harus debat di panggung.

Apalagi melawan Sandiaga Uno yang tampak muda, segar dan berpengetahuan.

Tetapi ternyata kekhawatiran itu hilang seketika, ketika menonton Kiai menjabarkan program-program Jokowi dengan tenang dan jelas.

Bahasa-bahasa yang dipakai pun bahasa milenial, mulai decacorn, black chain, cyber university dan lain-lain.

Ketua Generasi Milenial For One Malang, Trisno menyampaikan, gagasan yang disampaikan Ma’aruf Amin dalam debat tersebut sesuai dengan tuntutan kaum milenial.

Gagasan seperti mendirikan badan riset dianggapnya sangat penting dalam menambah khasanah berpikir para kaum milenial yang mayoritas adalah mahasiswa.

“Kami selaku mahasiswa merasa itu sangat penting, sehingga bisa mengkaji isu-isu baru atau pengetahuan baru khususnya terkait riset sosial dan politik,” kata Trisno kepada reporter Suara Indonesia, Senin (18/03/2019)

Khusus bidang pendidikan kata Trisno, program pemberian beasiswa kepada mahasiswa dianggapnya juga sangat penting. Mengingat banyak generasi milenial yang berstatus mahasiswa tengah mencari beasiswa.

“Untuk pendidikan, generasi milenial sangat membutuhkan beasiswa sehingga bisa mencapai pendidikan di jenjang perguruan tinggi,” tambahnya

Selain mendukung program Paslon 01, Trisno juga mengkritisi program Ok-Oce yang diajukan oleh Sandiaga Uno. Menurutnya, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Jerry Masie program tersebut merupakan program yang gagal.

“(Ok-Oce) hanya sebagian yang aktif di Jakarta. Hal ini tentu kalau ditarik ke nasional sama saja dampaknya selain negatif juga tidak akan dirasakan masyarakat,” tegasnya

Sementa itu, pakar politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Achmad Habib menyampaikan, debat tadi malam menunjukan kecapakan Ma’aruf Amin dalam membangun konsep serta visi-misi dalam membangun suatu negara.

“Nyatanya Ma’aruf Amin bisa menampilkan dengan data dan lebih rinci,” kata Achmad Habib

Achmad Habib juga menyayangkan perfoma Sandiaga Uno dalam debat semalam. Sandi kata Achmad, seharusnya bisa lebih inovatif dalam menjawab pertanyaan dan membangun gagasan.

“Malah sandi jadi followers. Apa yang dikatakan oleh Ma’aruf Amin diikuti oleh Sandi,” tambahnya

Senada dengan itu Asisten Profesor UMM Dewi Nurwantari mengatakan, debat semalam seolah menjadi panggung bagi Ma’aruf Amin.

“Awal sangat ragu dengan Ma’aruf, tetapi dari cara dia memaparkan data-data, semua ide-idenyanya membuktikan kompetensinya dia,” kata Dewi

Tak hanya itu, Dewi juga meragukan akan kecakapan Sandiaga Uno khususnya terkait masalah stunting. Menurutnya, Sandi sempat blunder saat ditanyai terkait pengentasan stunting pada anak.

“Katanya tinggal dikasih susu saja, padahal stunting itu dimulai dari ibu hamil atau sejak dalam kandungan,” tandasnya.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here