GEMA DESA, Membangun Masa Depan Kabupaten Malang dari Desa

Oleh : H.M. Sanusi*

PolitikaMalang – Dari Program GEMA DESA (Gerakan Membangun Desa), kita bersama-sama bisa melihat dengan jelas, bahwa masa depan Kabupaten Malang memang sudah seharusnya dibangun dari desa ke desa. Berakar, bertumpu dan berawal dari desa ke desa. Mengangkat, memperkuat dan mengembangkan segenap potensi yang ada di seluruh desa di Kabupaten Malang. Kita bersama-sama harus membangun desa menjadi halaman depan, untuk mendefinisikan ulang masa depan Kabupaten Malang. Desa tidak lagi menjadi latar belakang. Desa tidak lagi dipunggungi. Desa harus menjadi halaman depan dari Kabupaten Malang.

Saat saya mengunjungi Lembah Dilem di desa Dilem Kecamatan Kepanjen, dalam rangkaian kegiatan ke-15 dari Program GEMA DESA, keyakinan saya semakin kuat. Bahwa masa depan Kabupaten Malang berada di desa-desanya. Sumberdaya manusia yang ada di desa, sumberdaya alam yang ada di desa, serta berbagai kearifan lokal dan local genius yang berada di desa, semuanya itu adalah batu permata yang harus diasah secara gigih dan sangat serius. Potensinya sungguh tak terbatas. Kita bisa menjadikan desa sebagai pusat riset kearifan lokal. Kita bisa menjadikan desa sebagai lumbung inovasi-inovasi yang bersumber dari sumberdaya local genius yang ada di desa. Tantangannya adalah sejauh mana kita mampu bekerja bersama-sama dalam satu nafas GEMA DESA untuk membangun masa depan Kabupaten Malang.

Kawasan Lembah Dilem ke depannya bukan hanya sekedar kawasan wisata. Itu harapan saya. Potensinya bisa kita kembangkan bersama. Kita membutuhkan paradigma ekonomi kreatif untuk membangun Lembah Dilem. Artinya, bagaimana kita bersama-sama menggali berbagai potensi yang ada di Lembah Dilem. Kemudian kita olah dan kelola, dengan berbagai pendekatan dan kerjasama. Misal, dengan bidang teknologi informasi, local genius, perguruan tinggi, hingga kepada berbagai pihak yang bisa jadi di luar perkiraan kita. Kita harus open mind. Berpikir terbuka. Dengan demikian, Lembah Dilem ke depannya bisa juga menjadi semacam pusat riset ilmiah dan sekaligus inkubator bisnis yang berbasis kearifan lokal dan local genius. Kita butuh wawasan dan cakrawala berpikir lebih luas. Kita butuh visi masa depan.

Baca Juga :   NU dan PKB Solid Dukung Umar Usman Maju Pilbup Malang 2020

Pada suatu kesempatan bertemu dengan Bapak Presiden Joko Widodo, Beliau sempat menyampaikan pandangannya bahwa masa depan Kabupaten Malang harusnya bisa di bangun dari desa-desanya. Inisiatif pembangunan dari masyarakat desa bersama seluruh perangkat desanya, harus lebih mendapatkan perhatian. Karena masyarakat desa yang lebih tahu dan mengerti, apa yang harus dikembangkan di desanya masing-masing. Masyarakat desa harus bisa lebih diperkuat dan diberdayakan. Tentu saja, pandangan dari Bapak Presiden Joko Widodo sama persis dengan apa yang selama ini menjadi pemikiran saya. Kemudian, dari sanalah terlahir Program GEMA DESA (Gerakan Membangun Masyarakat Desa). Ini program unggulan bagi Kabupaten Malang. Ke depan, harus lebih masif, intensif dan progresif lagi. Serta bisa lebih produktif lagi.

Untuk membangun masa depan Kabupaten Malang, dengan arus dinamika perkembangan nasional dan global, kita sudah tidak bisa lagi memakai cara-cara lama. Kita sudah tidak bisa lagi berpikir dengan pola-pola lama. Begitu juga dengan cara kerja, kita sudah tidak bisa lagi menggunakan metode yang lama. Kita perlu terobosan. Kita perlu percepatan. Bahkan kita perlu keberanian untuk membuat lompatan-lompatan kualitatif. Oleh karena itu, saya sangat terbuka terhadap berbagai bentuk masukan, kritikan dan gagasan, melalui Program GEMA DESA, untuk bersama-sama membangun masa depan Kabupaten Malang.

Jika melihat perkembangan Program GEMA DESA, saya mempunyai keyakinan bahwa desa-desa di Kabupaten Malang ke depannya bisa mempunyai lebih dari satu produk unggulan. Bahkan dengan Program GEMA DESA, kita juga bisa berharap bahwa satu desa bisa mempunyai lebih dari satu tujuan pariwisata. Baik itu pariwisata edukasi, pariwisata sejarah, pariwisata budaya, pariwisata riset, dan berbagai bentu pariwisata lainnya yang berbasis pada paradigma pengembangan ekonomi kreatif. Ini optimisme kita semuanya. Dan harus kita wujudkan bersama-sama. Untuk membangun masa depan Kabupaten Malang.

Baca Juga :   NasDem Pilih Dukung SANDI di Pilbup Malang 2020

Saya membayangkan, sepuluh tahun lagi, semua desa-desa yang ada di Kabupaten Malang bisa menjadi “Halaman Depan” dari Kabupaten Malang. Halaman depan yang kebanggaan kita semuanya. Halaman depan yang terus menerus membangun masa depan kita bersama-sama. Dari generasi ke generasi. Desa adalah masa depan Kabupaten Malang.

*Penulis saat ini menjabat sebagai Bupati Malang

Leave a Reply