Gubernur Jatim Tinjau Pelepasan Pasung ODGJ di Dampit

PolitikaMalang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa beserta rombongan sejumlah Kepala OPD di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kunjungan kerja di Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Selasa (3/3) siang. Kedatangan Khofifah yang didampingi Bupati Malang, Drs. H. Sanusi, M.M dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Soebroto untuk meninjau upaya pembebasan pasung kepada Suyanto (47 tahun) yang tercatat sebagai pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Pasien tercatat sudah terpasung di bagian belakang rumahnya sejak tahun 2016, silam.

Kedatangan Gubernur disambut hangat masyarakat dan warga setempat. Mereka menyambut baik program Pemprov Jatim melalui E-Pasung dalam upaya mewujudkan zero pasung bagi ODGJ di Jatim. Salah satunya, seperti diterima oleh Suyanto yang merupakan putra ke tujuh dari pasangan Sunaryo (alm) dan Bu Marni, tepatnya warga Dusun Sumbersari, RT8/RW2, Desa Jambangan. Pasien akan dirujuk ke RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang untuk kembali mendapatkan perawatan.

”Sebetulnya secara histori, terkait upaya pelepasan pasung ini pernah dibahas di Kementerian Sosial. Tepatnya pada Rapat Koordinasi Khusus dengan target bebas pasung di tahun 2024. Kemudian di follow up oleh Dinas Sosial Jawa Timur melalui program E-Pasung yang mempunyai sistem pendataan baik dari siapa yang melaporkan, by name by adress-nya danposisi dimana. Mereka bisa dirujuk dirawat dimana? Direhab di panti bina laras mana? Siang ini, kami ingin meninjau dan memastikan pelepasan pasung kepada ODGJ di Dampit ini,” terang Gubernur saat diwawancari awak media didampingi Bupati Malang, siang tadi.

Dijelaskan Khofifah, proses pemasungan seyogyanya secara bertahap bisa di-zero-kan. Meskipun diakuinya, memang dari berbagai pengalaman di lapangan, peran keluarga menjadi sangat penting. Apapun penyebabnya, kata beliau, peran keluarga menjadi sangat penting. Hal ini karena salah satunya adalah tertib dan disiplinnya mengkonsumsi obat bagi pasien. Jadi kalau Pemprov membutuhkan bebas pasung berbasis masyarakat, tentu pihaknya berharap bahwa setiap ada pasien pasung, ada yang bertanggung jawab untuk melakukan monitoring memastikan obatnya bisa dikonsumsi oleh sang pasien.

Baca Juga :   Usai Daftar ke KPU, Calon Bupati Malang Ini Pilih Kuliner Kaki Lima

”Sehingga kekhawatiran untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan bagi ODGJ itu bisa dihindarkan. Jadi proses yang ingin dilakukan adalah peran keluarga pastikan mereka memberikan atensi secara khusus. Kalau misalnya, ketika kita kebetulan berada di tempat pemasungan, dan pasien sedang disiapkan untuk dirawat kembali ke RSJ. Sebetulnya, pasien ini sudah pernah dirawat. Sekembalinya dirawat nanti, tadi yang saya pesan kepada keluarga pasien adalah supaya kontinyunitas untuk mengkonsumsi obatnya bisa terjaga. Hal ini paling menentukan supaya masing-masing memiliki stabilitas dan terkontrol,” terang Khofifah.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Malang, Gubernur juga berkunjung ke Balai Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, sore hari. Beliau meninjau pelaksanaan dan aktifitas kegiatan Posyandu Kesehatan Jiwa. Diakuinya, sebetulnya ada 29 kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki Posyandu Kesehatan Jiwa. ”Jadi, pasca recovery secara medis, ada juga sosial. Bagaimana pemberdayaan ekonomi bagi mereka yang selesai mendapatkan perawatan baik medis dan sosial. Kita bisa melihat kader posyandu kesehatan jiwa. Mungkin kita biasanya melihat Posyandu PKK untuk Balita,” pungkas Khofifah. 

Leave a Reply