Hormati Jasa Veteran, Bupati Malang Gelar Refleksi HUT 75 RI

PolitikaMalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, menggelar refleksi Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia dengan para pejuang/perintis kemerdekaan (Legiun Veteran) se-Malang Raya, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (30/8) siang. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Malang, Drs. HM Sanusi MM., Dandim 0818 Kabupaten Malang/Batu, juga Dandim 0833 Kota Malang.

Pada Kegiatan tersebut Bupati Malang memberikan tali asih sebesar tujuh ratus lima puluh ribu, kepada 1088 legiun veteran yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang. Tak ketinggalan Yayasan Klenteng Eng An Kiong, ditengah pandemi Covid-19 ini berinisiatif untuk memberikan paket sembako pada legiun veteran, sebagai bentuk kepedulian terhadap para pejuang. Sebanyak 1811 paket sembako diberikan ke Legiun Veteran ini yang tersebar di Malang Raya.

Membuka sambutan dengan pekik kemerdekaan, Pak Sanusi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa para Legiun Veteran yang telah berjuang untuk merebut kemerdekaan yang saat ini telah dinikmati. “Para pejuang ini rela berkorban baik jiwa, harta, dan raga, untuk meraih kemerdekaan yang saat ini telah kami nikmati. Mereka rela mengabdi untuk keutuhan NKRI,” ucapnya.

Pak Sanusi mengatakan, bahwa saat ini jiwa dan semangat nasionalisme bangsa Indonesia sedang diuji. Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan terus terjadi dan berjalan begitu cepat. Tatanan kehidupan sosial masyarakat juga telah banyak berubah. Perubahan tersebut memang telah banyak membawa kebaikan, namun disisi lain juga membawa hal yang membutuhkan perhatian kita, bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah mulai munculnya paham-paham radikalisme, isu-isu hoax yang mengadu domba, serta terpengaruh budaya asing yang negatif.

” Disamping itu, hal tersebut yang akan memperlemah karakter bangsa dan negara. Untuk itu, keteguhan jiwa, semangat dan nilai-nilai juang ’45 harus disesuaikan dengan tantangan zaman, tidak hanya cukup dengan keberanian, tidak cukup hanya bermodalkan semangat, akan tetapi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi disertai kecintaan terhadap tanah air, serta keimanan kepada Allah SWT yang akan dapat memperkuat kita semua dalam menghadapi perang era globalisasi ini.” Ungkapnya.

Baca Juga :   Bupati Malang: Peringatan Muharram Sebagai Momentum Muhasabah

Mengakhiri sambutannya, Bupati berpesan meskipun perayaan kemerdekaan saat ini berbeda dengan perayaan tahun lalu, karena di tengah situasi pandemi Covid-19, namun semua komponen bangsa khususnya tokoh agama, elit politik dan tokoh masyarakat hendaknya dapat menjadi teladan dan pelopor dalam mencari solusi dalam situasi krisis, bukan sebaliknya manfaatkan krisis untuk mencari popularitas politik. Tokoh agama, tokoh politik dan tokoh masyarakat seharusnya menjadi “Negarawan” yang bisa merekatkan perbedaan dan merajut persaudaraan.

” Sebelum mengakhiri sambutan ini, tak lupa saya berpesan kepada seluruh yang hadir pada kegiatan hari ini, agar dalam melakukan aktivitas sehari-hari senantiasa disiplin menjalankan protokol kesehatan, diantaranya: adalah 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir). Dengan mematuhi protokol kesehatan. InsyaAllah, kita dapat terhindar dari Covid-19. Amiin, ” pungkasnya.

Leave a Reply