Ini Alasan Kenapa Cidera Lutut ACL Harus Ditangani Lebih Dini

0
330

PolitikaMalang – Pernahkan anda merasakan sakit dan ngilu di bagian lutut ? Hampir sebagian besar atlet pernah mengalami cedera saat berlatih maupun bertanding. Salah satunya Cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL), yaitu cedera yang terjadi pada ligamen, baik berupa ligamen robek maupun ligamen putus pada lutut.

ACL merupakan jaringan yang terletak ditengah lutut, yang berfungsi mengikat atau menghubungkan tulang pada persendian.

Dokter bedah Ortopedi Dr. dr. Edi Mumtamsir, SpOT (k) mengatakan angka cedera ACL cukup tinggi, terutama pada pemain olahraga futsal, sepakbola, lari dan lainnya.

Hal ini disampaikan dr Edi di Persada Hospital saat mengenalkan OSW (Orthopaedic Sports and Wellness) comprehensive treatment center kemarin .

Lebih lanjut dr Edi menjelaskan bahwa Awalnya, kebanyakan penderita sangat kesakitan, namun kemudian mengabaikan seiring rasa sakit yang lambat laun menghilang. “Padahal jika dibiarkan akan merusak bantalan sendi, bahkan ACL yang putus tidak akan bisa sambung sendiri, sehingga berdampak lutut goyang atau berlanjut resiko Osteoarthritis yang menyebabkan nyeri berkepanjangan.

Jadi perlu perhatian khusus. Kalau perlu dilakukan MRI untuk detailnya,” beber Ketua OSW (Orthopaedic Sports and Wellness) Persada Hospital Malang ini.

dr Edi menambahkan, untuk pertolongan pertama oada penderuta cidera lutut yakni pengompresan menggunakan es pada bagian yang sakit. Jangan sembarangan dipijat, karena jaringan otot yang cedera tidak terlihat di bagian mana. Pijatan yang salah cenderung melebarkan area luka, meski tak dipungkiri massage khusus cidera otot memang ada.

“Tak kalahpentingnya, bagaimana setelah operasi dan mengembalikan kondisi mendekati seperti sebelum cedera. Sebab cedera semacam ini cukup tinggi di usia produktif. Secara statistik, 50-60 pasien diantara 100.000 penduduk per tahun,” jelasnya.

Senada, dr. Krisna Yuarno P, SpOT (k), dokter bedah orthopedi lainnya mengatakan, ACL berfungsi sebagai stabilisasi lutut. Tak hanya olahraga yang menjadi penyebabnya, namun kemungkinan lain bisa saja terjadi. “Selain olahraga sekitar 70 persen, bisa juga akibat kecelakaan. Sisanya kemungkinan penyebab lain. Lebih dominan terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita.

Penanganan cidera lutut yang terbaik secara tim approach (kerja tim dokter, red), karena sebaik-baiknya dokter bedah tidak bisa lepas dari dukungan dokter lain,” jelas Krisna.

Namun tak semua cidera ACL harus dioperasi, cukup ditangani tergantung berat ringan cideranya. Bahkan setelah operasi pun masih harus ditangani dengan treatment, dan lainnya.

“Program penanganan bisa dilakukan sebelum atau sesudah operasi, jika dibutuhkan operasi. Kami akan memberikan suggest terbaik kepada atlet dan pelatih, untuk kapan atlet bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.

Umumnya untuk ACL hanya di RS tipe B, contohnya di Persada Hospital. Operasi ACL ini umumnya terbilang mahal, bahkan jika digandengkan dengan BPJS, harus cost sharing. Untungnya, MRI masih ditanggung oleh BPJS,” jelas dr Azizati Rochmania, SpKFR, dokter rehabilitasi medis OSW.

Sementara itu, Koordinator Fisioterapis OSW Persada Hospital, Asep Sri Hastuti, AMF mengatakan penanganan cidera ACL di Malang hanya tersedia di Persada Hospital dan RSSA.

Penanganan cidera ACL tiap pasien tidak sama, “kami akan berikan metode yang benar agar ACL tidak terjadi lagi. Saat kembali ke klub, kami terus koordinasi dengan klub biasanya atlit dinyatakan aman untuk kembali ke klub untuk bergabung latihan scr fisik setelah 7bulan (fase4) dan berkompetisi kembali skitar 9-12 bln,” pungkas Asep wanita yang murah senyum itu.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here