Hobi Traveling, Alim Mustofa Ceritakan Goa Pindul Surga Di Perut Bumi

0
229

POLITIKA MALANG – Siapa yang nyangka jika pegunungan kabupaten Gunung Kidul menyimpan sejuta pesona wisata eksotik yang memikat setiap wisatawan yang berkunjung di kawasan ini.

Ada banyak destinasi wisata yang dapat dijadikan referensi bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara untuk mengisi liburan tahunan di Gunung Kidul Jawa Tengah.

Selain banyak deretan pantai disepanjang pesisir selatan Jogjakarta, juga bagi penyuka destinasi suasana pegunungan, anda juga bisa menikmati keelokan beberapa goa di kawasan gunung kidul.

Seperti yang di ceritakan alimmustofa.com dalam agenda traveling akan menceritakan bagaimana serunya berwisata susur goa atau caving sambil bertubing ria.

Biasanya susur goa atau Caving, identik dengan ketegangan dalam kegelapan goa yang setiap saat akan timbul bahaya karena gas beracun atau bau kotoran hewan seperti kelelawar atau lainnya. Tetapi hal ini tidak akan terjadi jika kita melakukan susur goa di goa Pindul.

Gua Pindul merupakan salah satu dari sekian banyak obyek wisata yang terletak di dusun Gelaran 2, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo kab. GunungKidul. Tepatnya di sebelah timur kota Yogyakarta. Desa ini termasuk kategori “Desa Wisata” di GunungKidul Yogyakarta.

Nama ” PINDUL” sebagaimana dilansir dari www.pindul.net diambil dari kutipan legenda tempat ini, berasal dari kata “PIPI” dan ” KEBENDUL” dan di singkat menjadi Pindul.

Memasuki areal wisata Goa Pindul, Kami langsung disambut oleh pemandu wisata penunjuk arah sekaligus pengantar calon wisatawan yang bermaksud berkunjung dikawasan ini. Hampir 7 km kami dipandu memasuki lokasi wisata yang kabarnya cukup menantang andrenalin.

Sekitar 20 menit akhirnya tiba juga di loket masuk, petugas dengan ramah menerangkan bahwa setiap pengunjung diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp.10.000,-/ orang. Retribusi ini meliputi Rp. 5.000,- untuk beaya masuk dan Rp. 5.000,’ lagi untuk asuransi pengunjung.

Berikutnya pemandu wisata mengantarkan kami pada sebuah stand tubing sekaligus warung makanan. Disini kami disambut oleh pemilih stand tubing, dengan cekatan petugas menerangkan beberapa paket tubing yang menjadi pilihan. Ada paket 1 dengan harga Rp.170.000,’/ orang dengan 2 tujuan lokasi tubing , ada juga laket 2 dengan harga Rp. 210.000,’/orang untuk 3 lokasi tujuan.

Sempat kami berfikir, kenapa harus tubing apa gak bisa jalan kaki saja? Apa tidak bisa susur goa dengan jalan kaki ?

Tapi ya sudahlah mungkin memang peraturan disini, kami akhirnya putuskan ambil paket satu Rp. 170.000,-/ orang dikali 4 orang total Rp.680.000,- beaya yang harus kami bayar. Paket ini sudah unclute dengan makan minum dan angkutan dari start sampai finish.

Jangan khawatir , untuk anak-anak dibawah 6 tahun bisa dipangku alias di bonceng oleh orang tuanya. Sangat aman karena tubing di goa pindul jalurnya airnya tenang, tidak ada arus yang berbahaya.

Setelah kami pakai pelampung tanpa helm pengaman, seorang instruktur mengarahkan kami ke lokasi pertama yaitu jalur goa pindul. ada sebuah tulisan besar di dinding batu goa yang cukup besar “ Goa Pindul “, semua pengunjung yang akan tubing diberi kesempatan untuk berfoto dibantu instruktur tubing, boleh juga berswa foto.

Air yang tenang dan jernih menemani kami menyusuri indahnya dinding goa yang dihiasi stalaktit dan stalakmit. Jalur sepanjang 350 meter ini dibagi menjadi 3 zona, zona pertama adalah zona remang dengan kedalaman air 5 meter. Di zona ini kami disuguhkan pemandangan dinding batu staklaktit yang menjulur dari atas langit-langit goa.

Stalaktit adalah sejenis mineral sekunder (speleothem) yang menggantung dilangit langit goa, sedangkan staklakmit adalah batuan yang terbentuk dari lantai goa menjulang keatas.

Pembentukan staklaktit dan staklakmit bisa mencapai ratusan tahun secara alami, oleh sebab itu jangan sampai kita merusak batuan tersebut.

Dikatakan zona remang karena memasuki area zona ini sinar matahari meredup, hanya pantulan sinar dari mulut goa yang menerangi jalur ini. Selain babatuan dinding goa, kita juga disuguhkan ratusan atau bahkan ribuan kelelawar yang menggantung di langit-langit goa.

Untuk bisa melihat pemandangan diatas, pemandu membawa senter listrik untuk menerangi setiap obyek yang akan disuguhkan kepada pengunjung.

Memasuki zona kedua ditandai oleh batuan stalaktit tertentu, pemandu meminta pengunjung untuk melipat kaki diatas ban. Zona kedua adalah jalur gelap, dimana tidak ada cahaya matahari yang menjangkau jalur tengah goa ini. Kedalaman air mencapai 12 meter dan jalur menyempit, hanya dapat dilalui oleh satu orang disepanjang 3 meter.

Setelah melalu jalur sempit, kami disuguhi pemandangan dinding goa yang luar biasa, batu staklaktit berbentuk tulang dan berbentuk serambi atau kelambu terpampang diatas kepala.

Setiap bebatuan stakalaktit yang menjuntai meneteskan air jernih sepanjang goa. Hawa sejuk dan keheningan dalam goa, mampu merelaksasi fikiran kita yang sibuk dengan urusan kerja atau urusan yang lain.

Memasuki zona ketiga yaitu zona terang, kedalaman air adalah 9 meter. kita disuguhkan pemandangan yang luar biasa, dimana sorotan sinar matahari yang masuk kedalam goa bagaikan kilauan cahaya malaikat yang turun dari surga.

Garis-garis sinar matahari yang masuk kedalam goa memberikan kesan kuat akan siluet cahaya yang memantul memalui dinding goa. Sangat menakjubkan, ada sebuah rongga besar diatas langit langit goa berbentuk bulat, kita bisa melihat pepohonan diatas goa.

Dilokasi ini pengunjung diperkanankan turun untuk melakukan swafoto, pengunjung juga dapat menyewa jasa foto grafer untuk mengabadikan selama perjalanan tubing.

Beberapa pengunjung melakukan foto jumping dari sisi atas dinding goa, moment ini diabadikan oleh fotografer atau teman pengunjung secara bergantian dengan gaya lefitasi istilah dalam fotografi.

Kami baru paham kenapa setiap pengunjung ke goa pindul harus memesan paket tubing. Semua jalur yang akan ditempuh oleh pengunjung dipaket satu adalah jalur air semua dengan kedalaman 1 meter sampai kedalaman 12 meter.

Pokoknya seru deh, enggak rugi jauh-jauh dari Kota Malang jawa Timur menempuh ratusan kilometer menuju Gunung kidul Jawa Tengah ke Goa Pindul. capeknya perjalanan impas dengan suguhan keindahan, kenyamana dan riang gembira bertubing.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu