Jelang Pesta Demokrasi, TNI dan Polri Malang Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

0
141

PolitikaMalang – Tak kurang dari 300 Personel Polri-TNI pagi tadi Jum’at (8/2/2019) menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Lapangan Parade Brawijaya, atau lapangan Rampal Kota Malang.

Dalam simulasi ini, puluhan massa dari partai politik diatur seakan akan mendatangi kantor KPU. Massa dalam simulasi ini, memprotes hasil Pemilu yang dinilai mengecewakan.

Aksi simulasi ini awalnya dimulai dengan damai dan penuh perdebatan. Namun secara cepat, massa langsung ricuh begitu hasil diumumkan. Bahkan, massa ini ada yang membawa ban bekas untuk dibakar, botol air mineral, balok kayu dan batu.

Aparat yang bersiaga pun langsung memberikan peringatan pada massa agar tidak bertindak anarkis. Namun peringatan itu diacuhkan, hingga massa semakin beringas dan mulai menyerang dan menimpuk aparat keamanan.

Tim pertama pengamanan lapis pertama yang merupakan negosiator kemudian mundur berganti pasukan lapis kedua menahan laju pergerakan massa. Tim lapis kedua yang dilengkapi perisai dan tongkat ini menerima serangan massa.

Massa terus berusaha masuk ke dalam kantor KPU, membuat aparat pengamanan harus menurunkan tim lapis ketiga pengamanan. Tim ini muncul membawa peralatan gas air mata dan senjata berpeluru karet.

Kedatangan tim lapis ketiga pun membuat massa semakin terdesak saat kendaraan water canon datang ke lokasi dan langsung menyemprotkan air bertekanan tinggi. Semprotan air itu membuat para demonstran kocar-kacir berlarian.

Petugas pun langsung bergerak cepat mengamankan provokator penyerangan. Kemudian, tim medis bergerak menyelamatkan sejumlah pedemo yang terluka dan menariknya ke dalam mobil ambulans untuk penanganan medis.

“Hari ini petugas gabungan TNI Polri Damkar dan K9 melakukan latihan pengamanan dalam rangka meningkatkan kemampuan aparatur keamanan dalam pengamanan Pemilu,” kata Danrem 083 Kol Inf Bagus Suryadi Tayo.

Bagus menyebutkan dalam latihan simulasi ini, pihaknya mengedepankan sinergitas antara TNI dan Polri, untuk bisa bahu membahu melakukan pengamanan-pengamanan yang diperlukan ketika aksi anarkis nantinya benar-benar terjadi.

“Ini juga merupakan bentuk kesiapan kami dalam mengamankan Pemilu 2019,” tambahnya.

Simulasi pengamanan Pemilu 2019 ini yang berlangsung hari ini, diikuti oleh 300 personel gabungan Polri-TNI di wilayah Malang Raya dan sudah dilakukan selama 3 hari.

” SOP pengamanan sesuai aturan karena TNI bertugas untuk membantu jika benar benar dibutuhkan, dimikian pula dengan penindakan tergadap pelaku anarkis atau provokator adalah tugas Polisi TNIakan tetap mendukung dan selalu suport ,” tutup Danrem 083 Kol Inf Bagus Suryadi Tayo.

Pewarta: Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here