PolitikaMalang – Setelah Kampung Warna Warni dan Kampung Arema, kini giliran Kampung Keramat akan mengadakan festival mural. Festival mural yang akan dilaksanakan selama 2 hari ini akan mengusung tema “Kematian yang Menghidupi”.

Tema tersebut diambil karena sangat mendukung dengan letak kampung yang berada dikawasan pemakaman Kasin serta banyaknya warga yang bekerja di pemakaman tersebut.

“Totalnya ada sekitar 20 rumah yang akan di mural dan satu masjid. Namun untuk masjid, ini akan dicat bersama-sama” kata ketua pelaksana mural Ghulam Najmudin.

Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat disana sangat senang dengan diadakannya festival mural di kampungnya, dan bukan hanya warga sekitar namun mereka juga akan dibantu oleh 12 tim yang memang memiliki basic dalam mural.

“Diantaranya ada Malang Creative Fusion (MCF), dan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Malang, kami juga di support oleh Pemkot Malang, Osiji, dan cat tembok dari merk Propan” kata Ghulam sapaan akrabnya.

Menurut Ghulam, makna dari tema yang diambil memang berkaitan dengan profesi warga di kampung tersebut yang bekerja sebagai tukang gali kubur, ukir batu nisan, dan lain sebagainya.

Selain itu, nama kampung tersebut juga sudah lama dinamai Kampung Keramat oleh mayoritas masyarakat malang karena kampung tersebut berada di sekitar TPU Kasin.

“Jadi untuk mengurangi efek seram dari kampung keramat, kampung ini kedepannya akan diwarnai dengan suasana fun helloween seperti pocong ysng dikartunkan, tuyul, dan segala macam jenis hantu” imbuh Ghulam.

Ghulam menjelaskan bahwa sehari sebelumnya diadakan festival mural, pada malam harinya warga akan bekerja bersama untuk mengecat dasar warna dengan warna putih. Sehingga peserta festival mural akan dengan mudah menggambar saat acara dimulai.

Dikatakan pula menerangkan bahwa akan ada hadiah sebesar Rp 500 ribu untuk 5 orang dengan karya terbaik. Penilaian karya itu sendiri juga akan dilakukan oleh masyarakat malang melalui media sosial instagram lewat like dan banyaknya follower pada tiap karya yang diunggah.

“Kami sangat senang sekali dan tentu akan sangat mendukung dengan diadakannya festival mural yang akan dilaksanakan di kampung keramat tersebut. Karena dengan diadakannya festival ini, otomatis warga sekitar akan lebih menjaga kebersihan kampungnya dan mempertahankan keindahan kampungnya agar bisa dikunjungi oleh masyarakat Malang” kata Yuyun Nanik Ekowati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here