Kejar Target Kepesertaan, BPJS Gandeng Pemkot Malang

0
115

PolitikaMalang – Guna memaksimalkan capaian kepesertaan JKN-KIS di Kota Malang, Selasa Pagi (4/9) BPJS Kesehatan KC Malang
gandeng tiga SKPD untuk berkolaborasi .

Kerjasama ini ditandai dengan Penandatangan Perjanjian Kerjasana Antara BPJS Kesehatan dengan Disnaker, DPMPTSP, Dinkop UKM dan BPJS Ketenaga Kerjaan.

Asisten Administrasi Umum dr. Supranoto, M.Kes mewakili Plt Kota Malang, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang(KC) Malang Hendry Wahyuni, SE., M.Si, memimpin langsung prosesi Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Koperasi UKM dan BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Sidang Balaikota Malang.

Selanjutnya, sambutan Plt Wali Kota Malang yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum dr. Supranoto, M.Kes tentang pentingnya universal head coverage. “Pada Tahun 2005 Indonesia berkomitmen untuk mencapai Universal Head Coverage yang mana hal tersebut adalah program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan baik finansial maupun yang lain, hal ini ditunjang dengan fasilitas kesehatan yang berkualitas.”ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan KC Malang Hendry Wahyuni dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Program pemerintah pada awal Tahun 2019 harus sudah total head coverage. Untuk mencapai hal tersebut harus ada sinergisitas antara BPJS Kesehatan dengan dinas terkait yang ada di Kota Malang.

“Harapan dari perjanjian kerjasama ini akan mempercepat badan usaha menjaminkan karyawannya di BPJS Kesehatan. Seluruh segmen Kota Malang sudah menjadi perserta BPJS Kesehatan yakni 632.343 jiwa dari 903.000 jiwa.” Ujar Hendry.

Selain itu, Universal Head Coverage juga menjadi jalan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan untuk melindungi dari resiko akibat penyakit, baik yang berbiaya tinggi maupun yang perlu perawatan lebih lanjut. Pemerintah juga menargetkan akan mencapai Universal Head Coverage bagi seluruh penduduk Indonesia mulai 1 Januari 2019.

Selain itu kepads PolitikaMalang , Hendry juga menjelaskan terkait ‘Digitalisasi Layanan dengan Sistem Rujukan Online di Malang.

Sistem ini dibuat untuk mengoptimalkan peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), sebagai mitra BPJS Kesehatan.

Manfaat Sistem Rujukan Online itu sendiri, menurut Hendry, sistem rujukan online memberi kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi, jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.

“Nilai plusnya, rujukan online bersifat real time dari FKTP ke FKRTL, dan menggunakan digital documentation yang paperless (tidak mubazir kertas), dan meminimalisir kemungkinan kendala yang terjadi akibat pasien lupa membawa surat rujukan,” kata Hendry.

“Bagi faskes bisa merujuk ke tujuan yang tepat, langsung terkoneksi ke faskes penerima rujukan. Jadi peserta saat datang tak perlu lagi buat surat rujukan. Ini juga mengurangi antrean menumpuk,” katanya.

“Kami sedang berupaya agar dalam waktu dekat mekanisme rujukan online ini dapat diterapkan dengan optimal di seluruh fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan,” pungkas Hendry.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here