KPK Kembali Obok – Obok Malang Raya

0
78

PolitikaMalang – Sejak pagi hingga Malam hari (8/10/2018) tim KPK turun ke Malang Kota Dan Pendopo Kabupaten melakukan penggeledahan.

Setelah meringkus 41 pejabat legislatif Kota Malang, rupanya KPK juga membidik jajaran eksekutif alias pejabat-pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap anggaran.

Kapolresta Malang AKBP Asfuri menyampaikan, KPK rapat di salah satu ruangan Mapolresta serta minta pengawalan.”Tadi ada peminjaman ruangan untuk rapat. Juga permintaan personel untuk membantu KPK, tapi aktivitasnya apa atau ke mana, kami tidak tahu,” ujarnya.

Asfuri mengatakan, tim KPK sampai di Mapolresta Malang sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah melakukan rapat di ruang eksekutif, sekitar 15 menit tim turun dan langsung meninggalkan mako dengan pengawalan personel kepolisian.

Sementara itu , Kegiatan tim seperti penggeledahan memang ada di Malang sejak kemarin. Namun informasi resmi tentang Penyidikannya belum bisa kami sampaikan saat ini karena masih diperlukan sejumlah tindakan awal di penyidikan tersebut. “Sebelum informasi resmi disampaikan KPK dalam konferensi pers, maka tentu saya belum bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi ttg pihak2 yg jadi tersangka yg beredar tersebut,” ungkap jubir KPK Febri.

Senin, 8 Oktober 2018 kemarin kata Febri jubir KPK , dilakukan penggeledahan di 4 lokasi di Malang, yaitu: Pendopo Bupati malang, kantor swasta, rumah swasta, rumah pns.

Dari penggeledahan tsb disita sejumlah dokumen terkait perkara. Hari ini tim masih ada kegiatan2 penindakan lainnya. “Kami imbau agar pihak2 terkait di Malang dapat bersikap koperatif dan jika ada informasi dapat menyampaikan pada KPK ,”pesan Febri.

Selain dua pejabat eksekutif yang sydah diciduk, yakni mantan Kepala Dinas DPUPPB Kota Malang Jarot Edy Sulistyono dan mantan Wali Kota Malang Moch. Anton.
Saat ini, KPK tengah menelusuri soal dugaan suap lainnya di lingkungan Pemkot Malang. “Ada dua dugaan penerimaan, pertama suap total Rp 700 juta dengan kode uang pokir terkait pembahasan APBD Perubahan 2015 dan dugaan gratifikasi Rp 5,8 miliar terkait dana pengelolaan sampah di Kota Malang,” ujar Jubir KPK Febri Diansyah .

Informasi terakhir, selain pejabat eksekutif, KPK juga akan melihat keterlibatan pihak-pihak swasta rekanan Pemkot Malang. Meski demikian, Febri belum memberikan informasi resmi terkait kegiatan tim KPK di Kota Malang hari ini.

Giat KPK tadi Malam , hampir tiga jam melakukan penggeledahan di ruang Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna dan ruang kerja Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang, Willem Petrus Salamena.

Setelah proses penggeledahan selesai KPK langsung pergi meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan apapun.

Mereka pergi menggunakan dua mobil minibus. Beberapa dokumen barang bukti juga turut dibawa oleh KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

Dokumen-dokumen yang turut dibawa di antaranya adalah dokumen kepegawaian dan beberapa dokumen pengaduan masyarakat.

Hari ini masih berlangsung KPK geledah Kantor Dinas Pendudukan Kabupaten Malang.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here