Kunjungi Kabupaten Malang, Wamen ESDM Resmikan Bantuan Sumur Bor

0
103

PolitikaMalang – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (RI), Arcandra Tahar bersama-sama dengan Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM serta anggota DPR RI Komisi VII, Ridwan Hisjam, Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar meresmikan sumur bor air tanah yang dipusatkan di Dusun Banyu Urip, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Rabu (16/10) sore. Kegiatan yang juga dihadiri Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur ini merupakan program Badan Geologi, Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2019 telah menyelesaikan delapan dari 16 unit sumur yang bakal dibangun di wilayah Kabupaten Malang untuk mengatasi permasalahan kekurangan debit air bersih terutama di musim kemarau panjang.

Kini, delapan unit sumur bor di Kabupaten Malang dapat secara penuh digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Delapan unit sumur yang diserahkan terletak di Kecamatan Pagak sebanyak empat unit meliputi di Desa Pagak (Dusun Banyu Urip dan Dusun Tempur), Desa Sempol dan Desa Gampingan. Tiga unit lainnya di Kecamatan Bantur meliputi di Desa Rejosari, Desa Sumberbening dan Desa Bandungrejo. Satu unit sisanya di Kecamatan Donomulyo yakni di Desa Purwodadi.

”Mudah-mudahan semua ini bermanfaat bagi kita semua. Atas nama Pemkab Malang, saya sampaikan terima kasih atas bantuan pembangunan sumur bor bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Malang selatan. Semoga membawa berkah bagi masyarakat Malang selatan dalam mengatasi permasalahan kekurangan debit air. Saat ini, Banyu Urip benar terbukti airnya sudah hidup,” terang Pak Sanusi dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, Bupati yang hadir didampingi Wakil Bupati Malang Terpilih, Sudarman mengaku, Pemkab menyiapkan 10 unit mobil tangki setiap harinya, yang bergerak 24 jam. Langkah ini untuk mengatasi permasalahan kekurangan air bersih di masyarakat. Selain itu, Pemkab Malang melakukan pengeboran sumur air sebanyak 20 unit. Pak Sanusi juga menyampaikan beberapa usulan ke Wakil Menteri ESDM, diantaranya permohonan kepada Pemerintah Pusat agar dibantu dibangunkannya embung bervolume besar. Debitnya dihitung sehingga ketika musim hujan bisa menampung air hujan dan banyak sumber air. Harapannya, di saat kemarau datang, debit air embung ini bisa dibagi. Disisi lain, embung ini mampu menjadi tempat wisata baru.

”Lokasi pembangunan embung tentunya dicarikan tempat dataran tinggi yang mampu menampung air dari sumber air dan air hujan. Mungkin akan menjadi solusi dalam mengatasi kekurangan air bersih selain pembuatan sumur bor air tanah. Semoga kelak usulan ini mampu dibantu Pemerintah Pusat sehingga bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang. Atau, solusi lainnya yakni penyulingan air laut untuk menjadi air bersih,” tambah Pak Sanusi.

Usulan Bupati Malang tersebut direspon hangat Wamen ESDM dan berharap diawali dengan kegiatan pengkajian oleh Pemkab Malang. Disiai lain, Kementerian ESDM merilis bahwa delapan sumur bor yang sudah dibangun pihaknya di Kabupaten Malang memiliki spesifikasi teknis kedalaman antara 126 meter, debit rata-rata 1,7 liter/detik, dengan kontruksi pipa besi galvanis diameter 6 inchi, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah panel, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Kapasitas layanan rata-rata sumur bor ini sampai dengan 2.500 jiwa.

”Insya Allah jika bersyukur atas nikmat ini, maka Allah akan menambah lagi jumlah nikmat yang diterima kita semua ini Program pembangunan embung menjadi salah satu program dari Kementerian Desa PDTT, Pemkab Malang siapkan saja proposal programnya. Selama persyaratan lengkap, insya Allah akan terkabul permohonan itu. Program destilasi atau penyulingan air laut menjadi air bersih bisa saja dilakukan. Namun biayanya kemungkinan akan sangat mahal. Sepakat dengan Pak Bupati Malang, sekiranya yang tepat dijalankan di Malang selatan untuk mengatasi persoalan kekurangan air bersih ini adalah dengan memperbanyak jumlah sumur bor dan pembangunan embung. Kemen ESDM juga beri bantuan Kabupaten Malang penerangan jalan bertenaga surya sebanyak 400 titik. Kami juga punya program bantuan mesin yang dikonversikan BBM ke elpiji 3 kg. Penyaluran listrik dari tenaga surya bagi rumah tangga,” jelas Arcandra.

Khusus terkait program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam tercatat sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an. Terhitung dari tahun 2005 sampai 2018 sebanyak 2.288 unit sumur bor dapat dibangun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Program ini dijalankan Kementerian ESDM dengan didukung DPR RI Komisi VII sebagai mitra kerja berupaya terus menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak.

”Jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya kurang baik, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahun anggaran 2019, Kementerian ESDM mentargetkan untuk dapat kembali membangun sumur bor sebanyak 650 unit di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Wamen ESDM.