Kunjungi Kota Malang, Kemenkes Dorong Peran Perempuan Putus Rantai Covid-19

PolitikaMalang – Kementerian Kesehatan RI melirik potensi kota Malang dalam gerakan masif memutus mata rantai covid-19. Itu diutarakan dr. Mariya, Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang SDM Kesehatan saat beraudiensi dengan Walikota Malang Sutiaji di ruang rapat Walikota Malang (21/7 ’20).

“Kami (Kemenkes, red) mencermati hambatan terbesar upaya memutus mata rantai covid 19 adalah rendahnya kedisiplinan dan kepatuhan. Yang mendasar adalah penggunaan masker, karena ini adalah pelindung/penjaga pertama dari paparan covid 19, “ujar dr. Mariya. Saya percaya, pemda-pemda telah gencar meluncurkan program pembagian masker dan atau pun operasi penggunaan masker. Namun saya juga memperkirakan, masker sudah dibagi, setelahnya ya tidak dipakai. Ini faktor, kepatuhan, kedisiplinan dan kebiasaan. Ini lah yang akan kita bangun dalam sebuah gerakan masif yang melibatkan ibu-ibu (kaum perempuan), “tukas perempuan berjilbab tersebut. Dipilihnya kota Malang, menurutnya juga mempertimbangkan geliat prestasi TP PKK Kota Malang selama ini.

Selanjutnya, Kemenkes juga memperkenalkan program barunya telesehat.kemkes.go.id. yang fokus membangun kesehatan bersama-sama dengan bantuan teknologi informatika sehingga meminimalisir kunjungan langsung ke faskes terdekat dengan online. Fasilitas mulai dari edukasi dengan berbagai materi yang bisa di download dengan mudah, Konsultasi gratis dengan dokter online seputer penyakit dan database Faskes terdekat. “Menarik ini kita kembangkan dan kolaborasikan dengan coronadetektor.malangkota.go.id sambil kita kuatkan dengan konsultasi dokter” ujar Walikota Malang setelah melihat paparannya.

Gayung bersambut, apa yang diinginkan Kemenkes RI, direspon antusias Walikota Malang Sutiaji. “PKK Kota Malang selama ini senantiasa di garis depan untuk support program-program Pemkot Malang. Seperti pendataan kesehatan bayi hingga lansia juga senantiasa melibatkan PKK. PKK pula yang mempelopori urban farming sehingga memperoleh penghargaan nasional. Bahkan hingga mendorong kinerja perpajakan, PKK juga aktif melalui keikutsertaan mempercepat proses penyampaian SPPT PBB, “imbuh Pak Aji. Ini dimungkinkan karena jejaring PKK yang sudah sampai akar rumput.

Baca Juga :   Bantu Pembelajaran Daring, Kelurahan Bandulan Siapkan Wifi Gratis

dr. Mariya, staf khusus Kemenkes, dalam gerakan memutus mata rantai covid, menegaskan perlu langkah-langkah ekstra ordinary. Terilhami faktualitas bahwa pada setiap kegiatan suami dan anak anak, seringkali yang menyiapkan ibu (istri) dan bahkan cerita seorang ibu yang selalu mengingatkan keluarganya untuk menggunakan masker dengan cara masker sudah disiapkan sebelum beraktifitas, menjadi inspirasi gerakan perempuan Indonesia tentang patuh gunakan masker.

“Dan kami ingin, ini dipelopori dari kota Malang. Ada gerakan dari Ibu-Ibu untuk melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker bahkan menyiapkan masker untuk keluarganya, sosialisasi untuk jara jarak dan rajin cuci tangan. Kota Malang menjadi salah satu pioneer gerakan yang multi level. Maka PKK jadi pilar penting dalam memutus mata rantai pandemi virus corona ini.” Pungkasnya.

Leave a Reply