Mantan Ketua DPRD Kota Malang 2004-2009 Tutup Usia

0
2443

POLITIKA MALANG –
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berduka, kehilangan kader Partai berlambang Banteng moncong putih seniornya.

Tiga tahun terakhir ini , kesehatan Mantan Ketua Dewan periode 2094-20014 menurun drastis oleh ganggungan saraf motoriknya.

Setelah bergelut dengan penyakitnya ini, Drs. Ec. RB. Priyatmoko Oetomo, SH, MM, MAP 59 tahun berpulang sekira pukul 08.00 wib di Paviliun Bugenvil kamar 217 RSSA, ditunggui Istri dan anaknya.

“Sebenarnya, sebelum dirawat di RSSA selama 4 hari , almarhum sempat menjalani rawat inap di RS Swasta Lavalete selama Dua minggu,” ujar Amin salah satu kerabat almarhum.

Politisi Senior ini, meninggalkan satu orang istri dua anak laki-laki, Raditia dan Rizki Anugrah G.tinggal di jl Imam Bonjol 36 Bunul Malang.

11.25 wib jenazah datang disambut handai tolan sanak saudara dan pejabat Pemkot Malang, Walikota , wawali Kota, Sekda dan beberapa OPD, Danramil Blimbing , Kapolsek Blimbing , walikota Batu Dewanti Rumpoko dan ketua tim penggerak PKK Kota Malang juga nampak hadir.

Sosok Almarhum Mantan Ketua DPRD Kota Malang Dimata Arief wahyudi.

Politisi PKB juga hadir sejak jenazah belum disemayamkan di rumah duka. Arief Wahyudi nampak memendam duka yang mendalam karena selain teman sesama wakil Rakyat, sosok Priayatmoko biasa dipanggil Moko sebagai sahabat dan partner kerja. Arief Wahyudi saat itu menjadi Wakil Ketua Dewan ketika Almarhum menjabat Ketua Dewan.

” Setiap akan memutuskan kebijakan ataupun merancang Regulasi di jajaran Pemkot Malang, beliau selalu berdiskusi dan sharing untuk memutuskan kebijakan Pro rakyat,” ujar Arief Wahyudi.

Kedekatan Arief Wahyudi dengan Almarhum tidak saja urusan kerja hingga nasalah pribadipun sering di bicararan bersama.

Dan hampir seluruh kegiatan pimpinan dewan maupun kegiatan kedewanan yang lain Moko selalu meminta pertimbangan dan persetujuan Arief Wahyudi selaku wakilnya.

“Bahkan sampai masalah pribadi pun sering tukar pikiran, tukar pengalaman dengan. Beliau orang yang mudah bergaul dan supel , sehingga beliau banyak teman dan disukai dalam pergaulannya,”cerita Arief Wahyudi.

“Selamat jalan Pak Moko, semoga Allah menerima segala amal baiknya selama di dunia dan dimaafkan segala kesalannya,” tutup Arief Wahyudi mendo’akan almarhum.

Setelah disholati jenasah dimakamkan di TPU Samaan.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu