Menabur Kebaikan Demokrasi Menyongsong Pemilu 2019

0
178

Oleh: Moh Iksan Muin*

Ritual Pesta Demokrasi, telah dimulai tahapan prosesnya sejak dibukanya tahapan pemilu mulai dari Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu dilanjutkan dengan verifikasi Parpol, Pendaftaran Bacaleg dan DPD s/d Bacapres/wapres. hiruk pikuk dan “badai politik” telah dipertontonkan dari tingkat pusat s/d daerah (contoh: kasus suap pelolosan pembahasan RAPBD Kota Malang) yg melibatkan Mantan Walikota bersama 41 anggota dewan.

Contoh-contoh “kasus” diatas tidak membuat warga pemilik hak pilih kemudian menjadi pesimis namun justru harus menjadi cambuk untuk bangkit dengan cerdas memfilter bacaleg (pusat-daerah) dan balon DPD mana yg memiliki kapasitas dan kapabilitas serta inegritas tatkala mereka terpilih menjadi anggota parlemen dg sebutan “yang terhormat” dalam menjalankan fungsi-fungsi ke-dewanan sebagai legislator, fungsi penganggaran dan fungsi pengawasan.

Menjadi tanggung jawab bersama baik oleh masing-masing bacaleg, DPD, bacapres/wapres, partai politik dan warga pemegang hak pilih untuk menabur benih-benih kebaikan demokrasi sebagai “wasilah” untuk mewujudkan tatanan bangsa dan negara yang Gemah Ripah Loh Jinawi-Toto Tentrem Kerto Raharjo (Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur)

Peran pemuda dalam menabur kebaikan demokrasi menjadi hal cukup strategis untuk “merebut” peran yg sangat significant agar tontonan panggung demokrasi dan politik yg telah kita saksikan saat ini agar tidak terulang pada era kedepan minimal mengurangi agar tidak semakin karut-marut tatanan demokrasi di semua tingkatan pada negeri yg sudah dibangun oleh para pendahulu bangsa.

*Penulis adalah Pengasuh Padepokan Cinta Tanah Air

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here