Malik Fajar: Lebaran Momentum Wujudkan Masa Depan Lebih Baik

0
43

POLITIKA MALANG – Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (13/6), memadati Hall Dome UMM. Yakni silaturahmi seluruh elemen kampus ini dalam rangka Halal bi Halal.

Ketua Badan Pembina Harian UMM Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar, M.Sc. menyebut, pasca Ramadhan merupakan momentum mengumpulkan energi baru menatap kecemerlangan di masa depan.

Malik berkeyakinan, pasca menghadapi puasa, secara fisik justru tubuh semakin fit, semakin sehat. Selain fisik, kita juga harus menjadi pribadi yang semakin jeli melihat masa depan.

Saya berharap seluruh elemen terlibat dalam menggerakkan universitas ini sehingga menjadi besar, terpercaya, memegang amanah, serta bertanggung jawab,” sambung Malik.

Malik juga mendorong para civitas akademika untuk memiliki nilai dan jiwa yang dianut para pemenang. Diantaranya menghindari untuk tidak bersyukur nikmat dan berpikir ngeres.

Orang kecil itu adalah orang yang tidak syukur nikmat, dan orang yang berpikir ngeres-ngeres itu. Orang besar itu yang bisa menysukuri nikmatnya yang diberikan Tuhan kepada kita.

“Insya Allah, jika kita mengembangkan (prinsip) itu, hidup ini akan barokah. Barokah itu tidak dihitung dengan seberapa banyak uang yang dimiliki,” kata Malik dengan bersehaja.

Malik lantas menegaskan Muhammadiyah sebagai organisasi pergerakan, “Kalau ingin bisa menjadi orang pergerakan yang berkontribusi bagi umat dan bangsa, di sinilah tempatnya.”

“Kita juga punya tanggungjawab strategis untuk menampilkan Muhammadiyah sebagai model pergerakan Islam modern dengan wajah yang ramah Islam Indonesia,” tegas Malik.

Setelah Halal bi Halal ini, kita akan memasuki tahun ajaran baru/tahun akademik baru 2019-2020. Tentu kita akan menghadapai tantangannya besar dan perubahan besar.

“Mari kita memberikan semaksimal mungkin. Dan itu hanya bisa kita lakukan dengan bersama-sama. Semua kompak memberikan pelayanan terbaik baik universitas,” ujarnya.

Idul Fitri menjadi momentum untuk menjaga kejernihan hati dan batin untuk meningkatkan produktifitas kita. Untuk meluruskan (niat) perjuangan kita. Ini bahagia dan kegembiraan.

Disebut Rektor Fauzan, UMM tidak hanya memiliki tanggung jawab pendidikan, tapi juga sosial. Hal itu ditunjukan dengan bertambahnya jumlah keluarga civitas akademika UMM.

“Telah banyak penduduk baru di civitas akademika UMM. Itu semua bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab sosial UMM. Juga keberlanjutan UMM ke depan,” sebutnya.

Rektor lantas mengucapkan permohonan maaf, baik secara pribadi juga institusi kepada civitas akademika dan rekanan UMM. Ditutup doa dan dilanjutkan dengan ritual saling berjabat tangan.

Dalam momen itu juga turut hadir jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang diwakili Nur Cholis Huda. Ia juga menyampaikan pentingnya ritual Halal bi Halal.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu