MYF Sayangkan Aksi Demo Ricuh Mahasiswa Papua

0
182

PolitikaMalang – Malang Youth Forum (MYF), menyayangkan aksi demo ricuh yang dilakukan sekelompok mahasiswa Papua di kawasan Jalan Rajabali, pada Kamis (15/8),

Sekertaris MYF, Muchammad Nasrul Hamzah, mengatakan, aksi tersebut tidak seharusnya terjadi, jika mekanisme demonstrasi dilakukan sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku ditambah dengan menjaga nilai-nilai yang hidup di masyarakat Kota Malang.

“Kami dari MYF sangat menyesalkan aksi demo yang ricuh. Secara langsung kejadian itu merugikan masyarakat Kota Malang,” kata Hamzah.

Ia menjelaskan, masyarakat Kota Malang sangat terbuka dengan proses demokrasi termasuk di dalamnya yakni aksi demonstrasi. Upaya menyuarakan pendapat, selalu disambut dengan baik selama hal itu sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak melanggar konstitusi maupun undang-undang.

“Warga Kota Malang sangat sadar, sebagai kota pendidikan dengan banyak mahasiswa, aksi demo untuk menyuarakan aspirasi dan pendapat baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pasti akan terjadi. Tapi jika aksi demo itu dilakukan dengan cara yang menabrak aturan dan norma yang berlaku, maka harus diselesaikan dengan mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Dikatakan pula, aksi demo berakhir ricuh tidak sekali itu terjadi. Karenanya, MYF mendesak kepada pemerintah beserta dengan aparat agar menindak tegas, perilaku aksi demonstrasi yang justru meresahkan warga Kota Malang.

“Saya melihat juga ada aksi saling lempar batu antara massa dengan mahasiswa, tindakan ini sangat meresahkan dan harus ditindak tegas,” tukasnya.

Sebagai organisasi yang beranggotakan para generasi muda di Malang Raya, MYF mengajak semua pihak untuk menjaga kondusifitas kota. Pihaknya mendesak agar pemerintah kota bersama dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) serta perguruan tinggi mencari solusi atas kejadian aksi demo ricuh yang terjadi hari ini.

“Kami tidak ingin aksi demo ricuh ini terulang kembali. Tentunya pihak kampus juga berkewajiban untuk mengawasi mahasiswanya agar tidak terjadi lagi aksi serupa di Kota Malang,” pungkasnya.