Papsmear Gratis di Rw 02 Sukun

0
231

PolitikaMalang – Turut mewujudkan Kota Malang sebagai Kota Sehat,
Diana Maf’ulla, S. Sos Ketua Kelompok PKK RW. 2 Wilayah Sukun, mengkordinir ibu ibu untuk cek kesehatan Papsmear gratis, kerjasama antara BPJS Kesehatan degan Gria Melati Diagnostik .

Meski penyakit yang tergolong mematikan kaum hawa dan baru ketahuan tiba tiba sudah akut setelah 17 tahun kemudian, namun untuk meyakinkan pentingnya pemeriksaan dini kanker mulut rahim ini tidak gampang meski gratis sekalipun.

“Memamg Kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksi wanita masih rendah. Terbukti tadi masih banyak yang takut untuk hadir di pemeriksaan ini, ada yang tiba tiba cancel dengan berbagai alasan,” ujar mantan istri ketua RW 02 Sukun itu.

Untuk itu Diana yang aktif di Garda Bangsa Partai PKB ini mencoba menginisiasi digelarnya kegiatan ini, dengan harapan agar masyarakat semakin sadar bahwa hal ini sangat penting bagi kesehatan Wanita,”tambahnya.

Untuk diketahui Kanker serviks atau kanker mulut rahim masih menjadi momok bagi kaum Hawa.

“Melihat kondisi banyaknya kaum hawa yang meninggal akibat keganasan Kanker Mulut Rahim atau Kanker Serviks, Melati Husada atau RSIA Diagnostik Jagung Suprato bekerja sama dengan BPJS kesehatan Malang untuk jemput bola memberikan pelayanan pemerikasaan dini Kanker Serviks melalui Papsmear Gratis bagi peserta BPJS,”ujar Asri Anggun Lestari.

GM Melati Diagnostik Jagung Suprapto Malang ini menambahkan, tes ini diperuntukkan bagi orang yang sudah menikah atau sudah berhubungan intim. Namun sayangnya, banyak orang malas melakukan tes ini.

“Pap smear adalah tes skrining (screening test) untuk kanker serviks atau kanker mulut rahim. Sel yang didapatkan dari usapan serviks atau mulut rahim pada pemeriksaan pap smear kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Setiap wanita yang sudah berhubungan seksual wajib melakukan pemeriksaan pap smear secara berkelanjutan. “Tujuannya untuk melihat perkembangan di sel-sel serviks,”ujar wanita yang akrab di panggil Ayik ini.

“Papsmear itu penting sekali namun masih menjadi momok di kalangan para wanita, salah satunya adalah masalah tindakannya. Walaupun tindakan tersebut tidak terlalu nyeri, namun tetap membuat rasa tidak nyaman,” kata Asri .

Untuk jemput bola kita sasar RT dan RW selain itu jufas instansi pemerintah maupun swasta bekerja sama dengan penggiat kesehatan atau orang yang peduli kesehatan wanita dan punya komunitas sehingga bisa dilakukan secara kolektif, seperti yang telah dilakukan
Diana Maf’ulla, S. Sos warga jl. S. supriadi 7/no. 10 RT. 4 RW 02 Sukun Kota Malang,”pungkas Asri. (*)

Pewarta : Djoko Winahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here