PDAM Kabupaten Malang dan Wartawan Diskusikan Air Baku

0
51

PolitikaMalang – Ada yang beda di dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang menggelar diskusi tentang air baku.

Diskusi dilaksanakan di aula PDAM kabupaten Malang, dihadiri anggota dan pengurus PWI Malang Raya, serta perwakilan PDAM kabupaten Malang.

Ketua PWI Malang Raya M. Ariful Huda menyatakan bahwa PDAM kabupaten Malang merupakan BUMN pertama di Malang Raya yang memperingati Hari Pers Nasional (HPN) di tahun 2019 ini.

“Ada banyak rangkaian kegiatan yang kami laksanakan dalam peringatan HPN tahun ini, tetapi kegiatan yang bersinergi dengan BUMN di Malang Raya ini yang pertama adalah dengan PDAM kabupaten Malang ini,” ujar M. Ariful Huda.

Ketua PWI Malang Raya berharap dengan pelaksanaan diskusi dengan tema ‘Penyediaan Air Baku Untuk Malang Raya’ tersebut diharapkan akan menambah wawasan para wartawan tentang kondisi air baku di wilayah kabupaten Malang.

Sebelum memulai diskusi, Syamsul Hadi memaparkan tentang profil PDAM kabupaten Malang termasuk program dan strategi PDAM kabupaten Malang terkait ketersediaan air baku di wilayah kabupaten Malang.

“Sumber air yang dikelola PDAM kabupaten Malang saat ini sudah 67 titik dengan menggunakan air permukaan sebanyak Tiga titik, sumber mata air 41 titik dan 16 sumur dalam,” ungkap Direktur Utama PDAM kabupaten Malang yang berencana membangun Spam baru untuk menambah ketersediaan air baku yang nantinya akan digunakan juga untuk wilayah kota Malang ini.

Ketersediaan air bersih di kabupaten Malang hingga akhir tahun 2018 mencapai 94,47 persen.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Malang, Syamsul Hadi menyampaikan, angka 94,47 persen tersebut merupakan akumulasi dari beberapa bagian

“Sumber ketersediaan air kita itu dari hippam, non perpipaan, PDAM hingga sumber air minum lainnya yang tersebar di 9 kecamatan,” kata Syamsul Hadi dalam gelaran diskusi ketersediaan air baku di kantor PDAM kabupaten Malang, Kamis (14/02/2019).

Secara presentase, sumber ketersediaan air minum terbesar berasal dari hippam dengan jumlah 39,90 persen. Berikutnya diikuti dengan ketersediaan air minum yang disediakan oleh PDAM yakni sebesar 34,29 persen.

Sementara itu untuk ketersediaan air minum yang berasal dari non perpipaan baik berupa sumur gali ataupun sumur pompa, menyumbang ketersediaan air sebesar 20,28 persen.

“Kalau untuk daerah rawan air di 9 kecamatan itu sebesar 5,53 persen,” terangnya.

Kendati ketersediaan air telah mencapai 94,47 persen, Syamsul tegaskan pihaknya terus menggenjot hingga menyentuh angka 100 persen seperti yang telah termaktub dalam RPJMN tahun 2014-2019.

“Kita terus berupaya agar program 100 0 100 itu bisa tercapai di kabupaten Malang,” tambahnya.

Guna mendorong akan hal tersebut, Syamsul sampaikan telah menerapkan dua rancangan penting yang sifatnya pendek maupun menengah.

Untuk jangka pendek, pihaknya telah memanfaatkan beberapa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baik di sumber Dieng, Goa Kalisat serta SPAM Kidal. Secara akumulatif ketiga SPAM tersebut mampu menjangkau hingga 16.000 sambungan rumah (SR).

“Potensi pelanggan untuk SPAM sumber Dieng itu 10.000 SR, Goa Kalisat itu 4.000 dan SPAM kidal 2.000 SR,” katanya.

Strategi jangka menengah, pihak PDAM telah berupaya untuk melakukan pembangunan mata air dibeberapa wilayah seperti di Lawang, Pujon dan Gondanglegi.

Hal tersebut menurutnya sangat penting, mengingat untuk ketersediaan air saja banyak masyarakat seperti di daerah Pujon yang selalu tergantung pada musim.

“Sumber Cohgrowong di kecamatan Pujon, itu bisa menjangkau 2.000 sambungan rumah, dan Gondanglegi khususnya mata air wadon bisa menambah pelanggan kurang lebih 10 ribu,” tambahnya.,(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here