Peluncuran Aplikasi Kesehatan Inovatif, Manfaatkan Tenaga Medis Freelance

0
52

PolitikaMalang – Dokter inspiratif Gamal Albinsaid tak hentinya menciptakan inovasi di bidang kesehatan.

Kali ini inovasi kesehatan yang ia ciptakan adalah InMed, sebuah aplikasi smartphone yang bertujuan untuk mempermudah pasien memperoleh akses pelayanan kesehatan, sejak 2016 lalu akhirnya tereaalisasi.

Drs. ABDUL MALIK, M.PdAsisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial (Asisten 1) mewakili Walikota bersama Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. ASIH TRI RACHMI NUSWANTARI, MM menyaksikan peluncuran perdana InMed, Selasa (23/10/2018) di Kawasan Oro Oro Dowo.

Menurut dr Gamal, pada peluncuran perdana InMed ini memiliki dua buah fitur yang telah siap digunakan yaitu MedVisit dan Medtalk. Namun, penggunaan aplikasi ini masih terbatas di Kota Malang saja.“Di Bulan Oktober ini masih terbatas untuk Kota Malang, tapi kita akan ekspansi ke kota-kota lainnya dalam waktu dekat.” Ujar dokter Gamal.

MedVisit merupakan fitur bagi pasien untuk memanggil tenaga medis baik itu dokter, perawat, bidan, fisioterapi, ahli gizi atau psikolog ke lokasi pasien tinggal (homevisit tenaga medis).

Pasien jadi tidak perlu repot berangkat ke rumah sakit dan mengantri berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.Cara menggunakan MedVisit sangatlah mudah, seperti halnya memesan driver online.Pertama, kita diminta untuk menginput lokasi pasien berada.

Kedua, memilih tenaga medis yang diperlukan oleh pasien, apakah itu dokter, perawat, bidan, fisioterapis, ahli gizi, atau psikolog.

Sistem kemudian akan mencarikan tenaga medis yang paling dekat dengan lokasi pasien tinggal.

Total biaya memanggil tenaga medis ke rumah melalui aplikasi MedVisit sangatlah transparan, sehingga pengguna tidak perlu takut adanya biaya tambahan diluar yang ditunjukan oleh aplikasi.

Ketiga, setelah tenaga medis datang ke lokasi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, pembayaran barulah dilakukan.

Selain Medvisit, adapula MedTalk yang merupakan fitur bagi pasien untuk berkomunikasi dengan tenaga medis melalui chat, voice call, atau video call.

Pasien bisa mengkonsultasikan tentang keluhan atau mengajukan pertanyaan terkait kesehatan kepada para tenaga medis yang ia pilih.Dua fitur yang ada ini menjadikan pelayanan kesehatan lebih mudah untuk diakses.Dokter Gamal mengatakan, “Kami berusaha memberikan kemudahan bagi para pasien untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara cepat dan memuaskan,” ujarnya.

Adanya aplikasi InMed berarti terdapat lowongan kerja frelance bagi tenaga medis.

Perlu diketahui, bahwa lulusan tenaga medis setiap tahunnya sudah overload. Contohnya untuk tenaga medis perawat, dilansir dari situs resmi BNP2TKI.go.id menyebutkan bahwa jumlah lulusan perawat di tahun 2014 ada sebanyak 22.263 orang, sedangkan tenaga kerja perawat yang terserap hanya 13.528 orang saja.

Angka tersebut akan semakin parah dari tahun ke tahun, karena pembangunan dan pembukaan rumah sakit dan pusat kesehatan non-RS seperti klinik yang merupakan penyerap terbesar untuk tenaga kerja medis tidak secepat dan sebanyak lulusan tenaga medis baru setiap tahunnya.

Padahal kebutuhan akan pelayanan kesehatan dari masyarakat terus mengalami peningkatan setiap tahun karena pertumbuhan masyarakat ekonomi menengah (middle class economy) dan fenomena Bonus Demografi.Adanya fitur MedVisit dan MedTalk pada aplikasi InMed diharap bisa menjadi solusi sementara untuk mengatasi ketimpangan lulusan dan serapan kerja tenaga medis.

Bagi dokter Gamal dan kawan-kawan, aplikasi InMed tidak hanya ditujukan untuk pasien ekonomi menengah ke atas saja, tetapi pasien dari kalangan kurang mampu pun bisa menikmatinya.”Para pengguna tidak hanya berasal dari pasien menengah ke atas saja, pasien kurang mampu pun bisa mendapat layanan MedVisit atau MedTalk dari aplikasi InMed karena di organisasi kita mempunyai sumber pendanaan bagi pasien kurang mampu yaitu crowdfunding Siapa Peduli.id,”tambahnya.

Dari situlah nantinya pasien kurang mampu bisa membayar tenaga medis yang datang ke rumah mereka,”pungkasnya

Keberadaan aplikasi yang diinisiasi oleh generasi muda di Kota Malang ini diapresiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Asih Tri Rachmi, Kepala Dinkes Kota Malang mengungkapkan, adanya aplikasi tersebut membantu Pemerintah Kota Malang dalam memberikan pelayanan kesehatan pada warganya.

“Pemerintah memang ingin untuk mewujudkan pelayanan kesehatan 24 jam untuk warganya. Tetapi ini berat tanpa ada peran serta dari masyarakat.

Dengan adanya program ini, tentunya sangat membantu kami,” tutur dia.Bahkan ke depan pemerintah berkomitmen untuk bisa membantu pembiayaan bagi warga yang tidak mampu melalui pelayanan kesehatan yang disediakan oleh InMed.

“Bisa juga nanti warga tidak mampu yang mengakses pelayanan kesehatan melalui InMed dibiayai oleh pemerintah,” pungkas Asih.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here