Pemkab Malang Boyong Innovative Government Award 2019

0
77

PolitikaMalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berhasil meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2019 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (7/10) malam. Pemkab Malang berhasil meraih peringkat ketiga dari 10 kabupaten terbaik se Indonesia untuk Kategori Kabupaten Terinovasi. Penghargaan yang diberikan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahyo Kumolo tersebut diperoleh melalui hasil inovasi daerah di Kabupaten Malang yang berhasil mencuri perhatian dewan juri.

Posisi Kabupaten Malang di bawah Kabupaten Banyuwangi yang dinyatakan peringkat pertama terbaik dan Kabupaten Kuloprogro di peringkat kedua terbaik. Penghargaan yang diraih Kabupaten Malang ini tentunya berdasar inovasi pelayanan publik Pemkab Malang yang dinilai memberi dampak positif dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakatnya. Misalnya, Jebol Anduk dengan peningkatan pelayanan kependudukan lebih cepat, muda dan terjangkau. Begitu juga Sipanji (Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Mandiri), dengan pelayanan penerimaan pembayaran pajak secara online.

Selain itu, Pemkab Malang total menyuguhkan 158 jenis inovasi di ajang IGA ini. Diantaranya, Bagum 3C (Cuisine-Convention-Car), Siapik, Sistem Informasi Desa, Sirendra (Sistek Informasi Perencanaan dan Penganggaran), UKM Flash, Smarth Health, Sutera Emas, SINTA (Sistem Informasi Tanah Aset), PAOD (Pelayanan Administrasi Online), SMEP (Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembangunan) dan Contra War (Contraceptive For Women At Risk).

”Penghargaan ini bentuk pengakuan Pemerintah Pusat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Malang yang dinilai inovasi di Kabupaten Malang ini sudah menjadi yang terbaik ketiga dari seluruh Kabupaten se Indonesia. Penghargaan ini buah kerja bareng dari semua OPD dan Bupati serta jajarannya di Kabupaten Malang, juga dengan Kepala Desa. Sehingga inovasi yang digulirkan sudah berjalan, menjadi suatu kegiatan yang dapat memberi manfaat kepada masyarakat. Contoh, DLH dengan inovasi TPA pariwisata, dan Bumdes ada Cafe Sawah Pujon Kidul,” terang Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM kepada Humas Protokol Kabupaten Malang, seusai menerima penghargaan IGA 2019 di Jakarta, Senin malam.

Sukses Pemkab Malang meraih penghargaan IGA ini tidak lepas dari peran serta kepala daerah bersama jajaran OPD, Camat, Kepala Desa hingga masyarakat dengan melahirkan kreatif dan inovatif. Seluruh inovasi tersebut diciptakan dan diterapkan sebagai langkah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Malang. Tentunya, sesuai dengan visi misi yang ditekankan Bupati Malang, yakni Madep Manteb Manetep.

Dalam acara malam pemberian penghargaan IGA itu, Mendagri RI juga menyampaikan, ada kemajuan dibanding tahun lalu. Di tingkat provinsi sama, namun di tingkat kabupaten kota, diakuinya muncul daerah baru mendapatkan penghargaan. Dari 534 kabupaten kota dan provinsi terus diharapkan berlomba melahirkan dan tampilkan inovasi. Visi inovasi daerah ke depan harus dapat mewarnai setiap gerakan pembangunan di seluruh Indonesia.

”Membangun inovasi, seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo, filosofi inovasi harus dapat memangkas biaya, jalur birokrasi dan biaya yang panjang, dan waktu yang panjang, yang harus terwujud dan lebih cepat. Baik yang lahir di daerah maupun difasilitasi pemerintah pusat. Harus menjadi smart goverment dapat diwujudkan dengan merefleksikan smart city dan smart regional di seluruh Indonesia. Lompatan strategis pembangunan melalui inovasi harus digalang seluruh pihak,” tegas Cahyo Kumolo dalam arahannya di awal kegiatan.

Acara tadi malam dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian disusul penampilan tarian pembukaan (medley tarian Nusantara) diakhiri animasi Trophy IGA. Mendagri kemudian menyerahkan penghargaan IGA 2019 yang dilaksanakan terbagi dalam lima sesi. Antara lain, Sesi I bagi daerah Kabupaten/Kota Terinovatif Kategori Daerah Tertinggal (2 Kabupaten), Sesi II bagi daerah Kabupaten/Kota Terinovatif Kategori Daerah Perbatasan (3 Kabupaten), Sesi III bagi Kategori Daerah Kota Terinovatif (10 kota), Sesi IV bagi Kategori Daerah Terinovatif (10 Kabupaten), dan Sesi V bagi Kategori Daerah Provinsi (5 Provinsi) dan Pemberian Piagam Penghargaan kepada Tim Juri/Penulis.