Perum Jasa Tirta 1 Kini Miliki Ruang Pusat Kendali Banjir  Online

0
108

PolitikaMalang – Curah hujan yang cukup tinggi saat ini berpotensi terjadinya banjir. Guna mengantisipasi hal itu, Perum Jasa Tirta (PJT) I kini telah membangun command centre sebagai pusat kendali banjir.

Command Centre PJT I sebagai ruang pusat kendali banjir yang telah diujicobakan itu diresmikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dr Ir Hari Suprayogi, M.Eng didampingi, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan, ST, MT dan
Komisaris utama atau Ketua Dewan Pengawas Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT. Kamis (31/1/2019) pukul 13.00 WIB di kantor pusat PJT I, Jalan Surabaya No 2A, Kota Malang.

“Dengan dioperasionalkanya command centre yang berada di kantor pusat PJT I di Jalan Surabaya, Kota Malang itu, kini menjadi pusat data dan informasi terkait kondisi lima sungai strategis Nasional,” ujar Hari Suprayogi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR usai meresmikan command centre.

Setelah peresmian semua pejabat PJT menyaksikan langsung ruang pusat kendali banjir atau command centre sekaligus mencoba berkomunikasi dengan petugas di bendungan yang letaknya di Asahan melalui Video Call layar CCTV.

Dengan ini Perum Jasa Tirta I melakukan pembaruan sistem pemantauan, untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana dan kondisi sungai.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan, ST, MT menyampaikan, bahwa pembaruan sistem ini terpadu dalam command center.

“Command Center ini nantinya akan memantau 5 sungai besar di Indonesia, sekaligus pusat data dan informasi terkait kondisi lima sungai di Indonesia tersebut,” katanya.

Kelima sungai itu, yakni Sungai Brantas, Bengawas Solo, Jeratun Seluna, Serayu Bogowonto, dan Toba Asahan.

Pembaruan sistem ini diharapkan mampu mempermudah pengukuran sungai. Sebab, selama 28 tahun terakhir, Jasa Tirta I melakukan pengukuran kondisi sungai dengan sistem konvensional.

Adapun data yang dapat terpantau, dalam sistem baru Perum Jasa Tirta I ini yakni itik elevasi permukaan sungai dan debit air, ruang kontrol yang terintegrasi secara realtime dan online itu juga mampu mengetahui kondisi kualitas air.

Terpisah, hal senada juga disampikan Komisaris utama atau Ketua Dewan Pengawas PJT 1 Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT menurutnya
command center merupakan instrument pemantauan /monitoring sumber daya air di daerah aliran sungai yg menjadi wilayah kerja PJT I.

Alat ini dioperasikan secara digital dan berbasis riil time tentang kondisi sumber daya air yg dipantau, mencakup potensi tampungan waduk, elevasi muka air waduk, besarnya curah hujan, besarnya debit aliran sungai, serta pemantauan kondisi visual dari bendungan.

“PJT I sangat memerlukan command center ini untuk mengatur dan mengelola keseimbangan air yg baik sepanjang tahun, sehingga bisa mengendalikan terjadinya banjir saat musim hujan dan memastikan pasokan kebutuhan air saat musim kemarau sehingga terhindar dari kekeringan,” terang pria yang saat ini juga sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Alat ini pada akhirnya membantu ketepatan dalam pengambilan keputusan secara cepat dan riil time dalam aspek pengelolaan air.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here