Pilbup Malang 2020: PKB dan NU Makin Mesra, ‘Psywar’ Untuk Lawan Politik?

PolitikaMalang – Kemesraan terus ditunjukkan oleh DPC PKB Kabupaten Malang dan PCNU Kabupaten Malang. Terpantau, sejak menjelang pemilu 2019, dua institusi berbasis nahdliyin ini kerap mengadakan kegiatan bersama.

Setelah sebelumnya PKB dan PCNU Kabupaten Malang mengadakan pertemuan terkait pembahasan isu BOSDA untuk madrasah di Kabupaten Malang, kali ini dua institusi tersebut kembali mengadakan acara bersama bertajuk Haul Gus Dur ke 10 yang bertempat di kantor NU Kepanjen (11/01/20)

Kedekatan antara PKB dan NU di kabupaten Malang memang cukup beralasan dikarenakan selama ini basis massa terbesar PKB berasal dari warga nahdliyin. Hal ini terbukti, PKB sukses meningkatkan jumlah kursi legislatif pada pemilu 2019 dari sebelumnya hanya 8 kursi kini naik menjadi 12 kursi. PKB dan NU juga sukses bahu membahu membantu mengantarkan Jokowi -Ma’ruf Amin memenangkan kontestasi pilpres di Kabupaten Malang.

Ditambah saat ini, HM Sanusi yang menjabat bupati Malang adalah kader NU dan PKB. Hal ini membuat ada kesamaan pandangan untuk mempertahankan kader NU menjadi Bupati Malang pada pilbup 2020 mendatang. Ada kabar berkembang, PKB yang kemungkinan besar kembali mencalonkan Sanusi sebagai cabup akan menggandeng tokoh NU sebagai calon wakilnya.

Terkait hal ini, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang Muslimin menyebut berbagai kemungkinan bisa terjadi selama deklarasi belum dilaksanakan. Termasuk kemungkinan antara PKB dengan NU. Berkaca pada hasil lajnah siyasah dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Sabilurrosyad milik KH Marzuki Mustamar bersama jajaran pengurus PW NU Jatim beberapa waktu lalu, Muslimin menuturkan NU akan mendukung calon bupati dari PKB.

”Sesuai daulat lajnah siyasah, keputusannya (NU) mendukung calon dari PKB,”  terangnya.

Muslimin yang juga ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang itu menambahkan, di tataran pengurus DPC PKB Kabupaten Malang juga intens menjalin komunikasi dengan pengurus PC NU.

”Selain sinergi di tingkat PC NU, kami juga menjalin silaturahmi di tingkat pengurus anak cabang (PAC). Anggota dewan yang dari PKB juga sudah kami komunikasikan untuk membangun sinergi dengan struktur NU yang ada di grassroot (akar rumput),” bebernya.

Seperti diketahui, dengan 12 kursi legislatif, PKB memang tak kesulitan untuk mengusung pasangan calon pada pulbup Malang mendatang. Ditambah 2 kursi di DPRD Jawa Timur dan 2 kursi di DPR RI, diprediksi mesin politik partai akan bisa bekerja maksimal.

Namun walau secara kelembagaan NU tidak berpolitik praktis, bukan rahasia lagi jika dukungan informal NU kerap diberikan kepada PKB. Hal ini cukup beralasan karena dalam sejarahnya, PKB adalah satu – satunya partai yang lahir dari rahim NU. Jika PKB dan NU mampu menjaga kemesraan hingga gelaran pilbup Malang 2020 mendatang, bukan tidak mungkin akan menciptakan kekuatan politik elektoral yang cukup dahsyat mengingat sebagian besar warga Kabupaten Malang berkultur nahdliyin.

Disisi lain, disamping kerjasama yang terus terjalin, juga ada tantangan besar didepan mata. Hal ini dikarenakan ternyata Sanusi bukan satu – satunya kader NU yang berminat menjadi bupati Malang. Diluar Sanusi, terpantau setidaknya ada dua nama lagi yang santer disebut – sebut juga punya peluang yaitu ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman dan ketua LP Maarif Kabupaten Malang Hasan abadi.

Bahkan, Umar Usman dan Hasan Abadi sudah terang – terangan mengutarakan niatnya dengan mengikuti penjaringan bakal calon bupati lewat PDI Perjuangan dan partai Nasdem. Jika PCNU Kabupaten Malang tidak mampu mengelola dinamika politik yang terjadi dengan baik, bisa jadi nantinya ada kader NU yang akan dicalonkan oleh partai lain untuk berhadapan dengan calon dari PKB. Jika ini terjadi, setidaknya suara kultural NU akan terpecah dan bisa dimanfaatkan oleh lawan politiknya nanti.

Atau justru, NU akan memasang kader di semua pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan berlaga pada pilbup Malang 2020 mendatang untuk menjaga peluang menang? Kita simak perkembangan politik dalam beberapa bulan kedepan.

Baca Juga :   Sambut Pilkada Serentak 9 Desember, KPU Kembali Aktifkan PPK dan PPS

Leave a Reply