Pimpinan KPK Dorong Kota Malang Jadi Pusat Peradaban Anti Korupsi

0
68

PolitikaMalang – Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Laode M. Syarif di sela-sela sambutannya pada acara Pembukaan Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Halaman Depan Balaikota Malang pada hari Jumat tanggal 6 September 2019.

Menurut Laode, Kota Malang bukan saja harus bisa menjadi pusat peradaban antikorupsi bagi Indonesia, namun juga bagi dunia. “Mengapa demikian karena kita belajar dari masa lalu, jika kita pernah tergelincir, insya allah kedepannya kita tidak akan terpeleset pada jurang yang sama” ujarnya.

Laode juga mengapresiasi Kota Malang karena telah 100 persen menyampaikan LHKPN kepada KPK.

Apresiasi lainnya yang juga diberikan untuk Kota Malang adalah dengan dilaksanakannya pendidikan karakter sejak usia dini. “Hal tersebut sejalam dengan tujuan kampanye antikorupsi yang dilakukan oleh KPK, bukan saja hanya melakukan kampanye biasa namun kami berupaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat” tambah Laode.

“Tentu, Program Pendidikan Karakter yang dilakukan oleh Pemkot Malang merupakan dasar dari pembentukan akhlak yang tujuannya juga bisa membentuk karakter antikorupsi” tuturnya.

Laode juga menyampaikan harapannya agar Kota Malang bisa menjadi kota percontohan di Indonesia untuk pelaksanaan pendidikan antikorupsi seperti halnya pelaksanaan pendidikan karakter masyarakatnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Walikota Malang, H. Sutiaji juga menyampaikan dukungannya dengan segala program kegiatan yang dilaksanakan oleh KPK RI. “Insya Allah Kota Malang akan terus berupaya memperbaiki diri dan berbenah dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang antikorupsi seperti tujuan kampanye KPK pada kegiatan hari ini” kata Sutiaji.

Dengan dilaksanakannya Roadshow ini di Kota Malang, lanjut Sutiaji, akan menjadi motivasi serta inspirasi bagi Kota Malang untuk dapat terus belajar menjalankan e-goverment yang bersih.

Walikota Sutiaji juga berharap agar sosialisasi dapat terus dilakukan sehingga praktek korupsi di Kota Malang dapat terus kita musnahkan.