Polinema: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Siapa Takut!

0
63

PolitikaMalang – Optimisme itu terungkap dari statemen para Direktur Politeknik se- Indonesia utamanya Direktur Polinema saat jumpa Pers di acara Polytexpo 2018 yang di gelar di Polinema sebagai tuan rumah , Senin (3/12/2018).

Melalui Polytexpo 2018 iniKementrian Ristek Dikti siap hadapi Revolusi Industri 4.0.Artinya Kementrian Ristek Dikti melalui Polytechnix Educational Development Projects (PEDP) berkomitmen terus berupaya menyiapkan generasi penerus bangsa yang siap menghadapi revolusi industri 4.0.Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Polytexpo 2018 yang berlangsung di Polinema Kota Malang, Jawa Timur.Pameran Politeknik se-Indonesa ini menampilkan berbagai karya, seminar, hingga konfrensi internasional.Direktur Pembelajaran Kemenristek Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan kegiatan besar ini merupakan kerjasama antara Kemenristek Dikti RI dengan Asia Development Bank (ADB) dan Pemerintah Canada.

Kerjasama ini bergerak di bidang peningkatan pendidikan Politeknik agar sesuai dengan kebutuhan pasar.”Tujuannya menyiapkan lulusan Politeknik untuk memenuhi tuntutan revolusi industri 4.0 yang berbasis teknologi dan ekonomi kreatif,” ujarnya.Paris mengatakan PEDP dalam persiapan ini memiliki strategi yakni peningkatan sistem pendidikan, kerjasama dengan pihak swasta, dan memperbaiki daya saing lulusan.

“Ada 34 Politeknik yang mendapat dana hibah PEDP. Hampir semua politeknik itu, saat ini sudah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK),” ungkap Paristiyanti Nurwardani.

PEDP juga menyiapkan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran seseorang baik melalui pendidikan formal, non-formal, dan informal, sehingga dapat melanjutkan studi atau menerima sertifikasi yang setara.

Sementara itu dalam sesi tanya jawab bersama wartawan, Senior Social Sector Spesialis ADP, Rudi van Dael mengatakan bahwa kemajuan teknologi harus didukung oleh lulusan terbaik Politeknik.

Karena tidak bisa dipungkiri, bahwa teknologi baru seperti big data, artificial intellegence, dan internet of think akan mendorong ekonomi.

“Teknologi baru ini juga akan menciptakan industri baru dan mewujudkan efisiensi pekerjaan lebih baik,” katanya meyakinkan.Selain menggelar pameran Politeknik, Polytexpo 2018 juga menghadirkan pemateri dari industri internasional diantaranya Program Manager of Amazon Web Service Shang Gao, Schneider Elektrik Indonesia Aswita Wulan Saragih, PT Festo Safri Susanto, dan Sales Director Far East Asia Pasific Region Leslie Andrew Twine.

Terpisah Direktur Polinema Drs Awan Setiawan, MM, menyatakan kesiapannya terkait tantangan yang diberikan Kementrian Ristek Dikti untuk mewujutkan mahasiswa maupun SDM Polinema yang handal dan tentunya bisa bersaing di Revolusi Industri 4.0 nantinya.”Ya tentunya kita siap untuk itu sebagai penerima dana hibah PEDP, ya harus maju semangat ,”tutupnya sambil tersenyum .(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here