PSIF UMM Inisiasi Kuliah di Tiga Negara

0
74

PolitikaMalang – Dua universitas ternama di Asia Tenggara, National University of Singapore (NUS) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi serial kuliah bersama (joint lecture series) yang akan diadakan bergantian di Malaysia, Indonesia dan Singapura.

Tema besar kuliah bersama di tiga negara ini yaitu “Nusantara Bergerak”. Nusantara di sini, menurut sekretaris PSIF UMM Subhan Setowara, merujuk pada lingkaran kepulauan Melayu di mana Indonesia, Malaysia, dan Singapura termasuk di antaranya. “Sekalipun menurut banyak orang Indonesia, nusantara hanyalah Indonesia, harus diakui menurut akar sejarahnya Malaysia dan Singapura juga merupakan bagian dari nusantara,” ungkap Subhan.

Subhan menjelaskan, kolaborasi akademik lintas negara ini amat penting karena di antara negara-negara yang menjadi bagian dari bangsa Nusantara kadangkala terlibat ketegangan dan klaim. “Hal itu terjadi karena pemahaman sebagian besar masyarakat akan hakikat nusantara tidaklah cukup. Untuk mengatasi persoalan ini, berbagai ikhtiar perlu digalakkan, salah satunya melalui ikhtiar akademik,” tuturnya.

Selain dimaksudkan sebagai ajang pertukaran gagasan dan wacana kritis lintas negara, serial kuliah bersama ini diharapkan dapat melahirkan kesadaran emansipatif; yaitu rasa peduli dari warga nusantara untuk sama-sama bergerak membawa perubahan progresif di negara-negara tersebut. “Kuliah nantinya bisa disampaikan dalam bahasa Melayu, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris,” ujar Subhan.

Mata kuliah yang diangkat, lanjut Subhan, akan meliputi topik-topik nusantara yang bersifat interdisipliner meliputi tema-tema kebudayaan, tradisi keagamaan, kesusasteraan, kesenian, keilmuan dan pendidikan tinggi, politik dan institusi, sejarah dan kemasyarakatan, pembangunan dan ekonomi, lingkungan dan tema-tema lain yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat nusantara.

Malaysia menjadi host perdana serial kuliah ini yang berlangsung pada Ahad (7/10) di Gedung Gerakbudaya, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia. Hadir sebagai penyaji kuliah Dr Faisal Tehrani dari Akademi Alam dan Tamaddun Melayu (ATMA) UKM, Dr Azhar Ibrahim Alwee dari Malay Studies NUS, dan Dr Pradana Boy dari UMM. Kuliah seri berikutnya akan diadakan di UMM dan NUS. Di setiap kuliah, akan ada penyaji pakar dari masing-masing tiga negara tersebut.

Pada forum tersebut Dr Azhar Ibrahim Alwee dari Malay Studies NUS mengungkapkan, dirinya bersama para inisiator Nusantara Bergerak punya harapan besar pada generasi muda di bangsa-bangsa serumpun ini untuk menghadirkan platform wacana sendiri, tanpa perlu mengekor pada terma Barat. Azhar mencontohkan Haji Mohamad Misbach, pribumi Surakarta dengan khazanah pemikiran kritis amat kaya, yang berakar dari kearifan nusantara.

Sementara itu Dr Pradana Boy dari UMM mengatakan, “Sistem pendidikan kita membuat saya semula berpikir nusantara itu ya Indonesia. Namun ketika saya S2 di Australia dan S3 di Singapura saya lihat orang Singapura bicara nusantara, orang malaysia bicara nusantara. Ternyata nusantara itu luas, tak cuma Indonesia,” ungkap dosen yang juga Asisten Staf Khusus Kepresidenan Bidang Keagamaan Internasional itu.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here