Resmi Jabat Kepala BI Malang, Azka Subhan Fokus Enam Bidang Pengembangan

0
68

PolitikaMalang – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang resmi dijabat Azka Subhan Amirruridho menggantikan Dudi Herawadi yang telah purna tugas karena pensiun.

Penandatanganan surat keputusan pelantikan kepala BI Malang yang baru, disaksikan Walikota Malang Drs.H. Sutiaji beserta jajaran Forkompinda Kota Malang.
Demikian pula Anggota Komisi XI DPR-RI, Andreas Eddy Susetyo, Nurhayati Ali Assegaf, Faisol Riza, Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia, Prof. Candra Fajri Ananda, juga nampak hadir.

Forkompinda di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Malang, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Malang, pimpinan Perbankan, Akademisi, Asosiasi Pelaku Usaha, dan mitra BI Malang lainnya mengikuti acara dengan khidmad.

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng di hotel Harris Malang, Senin (14/01/2019).

Menurut Sugeng, sertijab kali ini memiliki arti yang sangat penting khususnya untuk kaderisasi dan regenerisasi. Sertijab tersebut juga mampu menjadi penyegaran, serta memberikan semangat bertugas mengingat tugas yang akan dihadapi oleh BI Malang kedepannya semakin besar.

Dalam jumpa persnya, Mantan Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Aska Subhan Aminurridho Mengatakan bahwa dirinya akan melihat situasi lebih dulu potensi apa yang ada di Kota Malang yang akan dipimpinya, namun yang jelas dalam jabatan barunya ini, Subhan memiliki enam fokus pengembangan untuk meningkatkan ekonomi wilayah Malang Raya.

Subhan mengatakan untuk pengembangan BI, pertama pihaknya akan fokus mengembangkan pariwisata di Malang. Sektor pariwisata ini memiliki potensi yang cukup besar dalam percepatan ekonomi.

“Pariwisata Indonesia itu banyak, bukan hanya Bali. Tapi di tempat-tempat lain di Indonesia ada. Salah satunya Malang yang memiliki banyak potensi wisata,” kata Subhan.

Subhan mengatakan fokus kedua ada pada sektor industri. Menurutnya, industri khususnya industri pengolahan di Indonesia mencapai 37 persen. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor.

“Ketiga pengembangan UMKM, untuk satu pengendalian inflasi. Kami akan mendukung pengembangan UMKM agar bisa bersaing di era global,” tambahnya.

Kemudian, fokus keempat adalah pengembangan ekonomi syariah. Ia mengatakan di Jawa Timur, banyak sekali pesantren karena itu sangat cocok untuk pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Kelima, ia juga akan mengembangkan potensi generasi milineal dengan membuat aplikasi yang membantu masyarakat. Kemudian, pihaknya juga akan membantu pemasaran produk dengan menggelar pameran yang melibatkan berbagai kalangan.

“Karena saya banyak pengalaman di Bali, maka saya akan coba mereplikasi keberhasilan dan inovasi yang ada di Bali untuk Kota Malang,” pungkas Subhan bersemangat.(*)

Pewarta: Djoko Winahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here