Revitalisasi Taman Borobudur, Percantik Wajah Kota Malang

0
104

POLITIKA MALANG – Dinas Pertamanan dan Permukiman gencar melakukan revitalisasi taman taman kota agar semakin cantik.

Setelah sebelumnya terinfo rekonstruksi Taman Chairil Anwar, kini dinas yang dipandegani Diah Ayu Kusumadewi, selaku Plt. Kadin Perkim, lagi menata ulang (revitalisasi red.) taman Jalan Borobudur.

“Kota Malang khan juga menjadi tujuan wisata. Pun kota Malang juga banyak diminati pendatang dari luar kota. Apakah itu untuk kepentingan bisnis, usaha, bekerja, menempuh pendidikan atau pun bermukim.

Mencatat itu semua, maka langkah memperindah kota Malang adalah hal penting dan strategis, “tutur Diah Ayu.

Salah satunya revitalisasi taman jalan Borobudur.
Diutarakan perempuan ramah ini, bahwa revitalisasi Taman Borobudur terbagi menjadi 2 (dua) section.

Section 1 (satu) terdiri pulau taman media (pulau 1 s/d pulau 4) yang membentang mulai dari depan masjid Sabilillah. Sedangkan section 2 (dua), terletak di depan jalan Sudimoro.
Dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 172.245.000, revitalisasi berlangsung mulai 6 Mei 2019 s/d 4 Juli 2019.

Diah Ayu yang juga menjabat Asisten Administrasi Pembangunan juga menginfokan pada section kedua memiliki pola organik dan pada section pertama bentuk pola menyesuaikan dengan eksisting namun dengan pola yang lebih seragam.

Revitalisasi Taman Jalan Borobudur sendiri diutamakan pada perbaikan lisban, tanaman median serta media tanam terlebih dahulu yang sebagian terbawa limpasan air hujan dikarenakan pembatas antara jalan dan taman yang sama ketinggiannya.

Pada kesempatan berbeda, Sutiaji Walikota Malang menegaskan bahwa memposisikan Kota Malang sebagai kota wisata, harus melihat potensi yang dimiliki kota ini. “Kita (kota Malang red.) tidak mungkin dan tidak harus sama dengan Batu atau pun kabupaten Malang. Masing masing memiliki karakter.

Salah satu potensi yang bisa digarap dan diseriusi di kota Malang adalah keberadaan taman taman kota. Saya sudah minta dan perintahkan untuk mengoptimalkan taman taman yang ada. Keelokannya akan menjadi daya tarik tersendiri, “ujar Sutiaji.

Tak berlebihan apa yang dinyatakan Walikota penyuka masakan “super pedas” ini, karena bila menengok jejak sejarah kota Malang, maka melekat nama nama seperti Ijen Boulevard, Merbabu Park, Panderman Park dan yang lainnya.

Ke semuanya menitipkan pesan bahwa kota pendidikan ini sangat berjodoh dengan keberadaan dan kehadiran taman kota sebagai atribut kota yang bernilai wisata.(*)

Pewarta : Djoko Winahyu