RSUD Kanjuruhan Malang dan JALIN-USAID Bahas AKI/AKB

0
85

PolitikaMalang – Kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir jangan dianggap remeh. Faktanya, dalam satu jam Indonesia kehilangan 2 ibu dan 8 bayi baru lahir akibat kematian. Kabupaten Malang merupakan daerah yang cukup besar di Jawa Timur urutan ke Tujuh angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir itu. 

Hal tersebut terungkap dalam diskusi antara RSUD Kanjuruhan dan tim United States Agency for International Development (USAID) di Kantor Pemkab Malang Selasa (6/11).

Menurut Direktur RSUD, dr.Mahendra Jaya pihaknya menaruh perhatian serius untuk menjadikan RSUD lebih baik dalam memberikan layanan kesehatan termasuk hal-hal yg terkait dengan tata kelola pertolongan persalinan misalnya.

“Karena itu, kami menyambut positif Program Jalin – USAID dalam melakukan Assessment Penyebab Tingginya AKI di Kab Malang yang nantinya akan dibahas lebih lanjut solusi lokal yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut melalui upaya-upaya kolaborasi kemitraan (partnership) yang melibatkan berbagai pihak seperti: Media, Ormas, Dunia Usaha, Akademisi dan LSM lokal” ungkapnya.

Agar mendapatkan data yang komprehenship dan akurat assessement dilakukan juga dengan unit kerja lain, seperti: Dinas Kesehatan, RSUD, Ikatan Bidan Indonesia, dan juga dengan ormas seperti Fatayat NU dan Media serta dunia usaha untuk memetakan peran masing-masing untuk penurunan AKI/AKB

“Sinergi ini bukan sekedar program. Bukan pula sekedar pemenuhan target indikator nasional. Tetapi ini soal keselamatan jiwa orang (Ibu dan Bayi), penting bagi keluarganya,” lanjutnya.

Seperti diketahui bersama bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang terhadap penurunan AKI/AKB cukup maksimal, misalkan dengan program Contra War, Sutera Emas, Sijari Emas yang telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak baik tingkat propinsi maupun nasional untuk Inovasi Daerah.

Untuk kepentingan itu, kata Ihsan, pihaknya menyiapkan program Jalin-USAID. Yaitu program kesehatan ibu dan bayi baru lahir untuk mengatasi faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas kesehatan keduanya  yang kompleks dan saling berkaitan.

Dengan membangun pendekatan berbasis data yang efektif, berkelanjutan secara finansial dan dapat diperluas serta menghubungkan pemangku kepentingan dari beragam sektor.

“Jalin ingin menjadi Katalisator pergerakan yang berpengaruh, memimpin dan menjaga kualitas kesehatan para ibu, bayi dan anak,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here