Saksi Ahli: Rekaman Anton dan Nanda Sama Sekali Tidak Bahas Uang Pokir

0
296

Malang – Sidang Dugaan Kasus Suap APBD Perubahan Tahun 2015 kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya pada (7/11). Saksi yang dihadirkan pada sidang kali ini adalah saksi ahli dari pakar bahasa Prof. Dr. Mudjia Rahardjo.

Dalam kesempatan itu Prof. Dr. Mudjia Rahardjo menganalisa hasil teks tertulis dan rekaman pembicaraan antara mantan Anggota DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban dan Mantan Wali Kota Malang, HM Anton.

Rekaman tersebut pernah diputar oleh Jaksa Penuntut Umum pada saat sidang beberapa waktu dan dijadikan dalih oleh jkasa jika Yaqud Ananda Gudban membahas uang bersama dengan Anton.

Berdasar hasil analisa Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, alat bukti berupa rekaman percakapan antara Yaqud Ananda Gudban dan Anton, tidak membahas soal uang sama sekali melainkan membahas soal jadwal paripurna.

“Berdasarkan analisa saya terhadap hasil teks tertulis dan diperdengarkan oleh JPU di persidangan antara Yaqud Ananda Gudban dan Anton itu sama sekali tidak berbicara tentang uang, namun berbicara tentang jadwal paripurna,” kata Prof. Dr Mudjia Rahardjo dalam kesaksiannya

Dihadapan majelis hakim, ia menjelaskan jika maksud Yaqud Ananda Gudban dalam percakapan itu dengan kalimat menginginkam proses pembahasan APBD agar segera disahkan adalah agar rencana dan jadwal yang ada di DPRD Kota Malang tidak terganggu

“Setelah dianalisa dengan metode konsistensi maksud Yaqud Ananda Gudban agar APBD segera di sahkan adalah agar proses kedewanan yang lain yang telah terjadwalkan tidak terganggu, bukan masalah uang pokir,” beber dia.

Prof. Dr. Mudjia Rahardjo dalam menganalisa rekaman percakapan dan salinan percakapan tertulis dengan menggunakan metode “konsistensi”. Dimana Prof. Dr. Mudjia Rahardjo melihat konsistensi Yaqud Ananda Gudban dalam percakapan dengan Anton yang hanya membahas perihal jadwal dan tidak menyebut uang sama sekali.

“Salah satu metode yang saya gunakan untuk menguji kebenaran analisa pembicaraan tersebut adalah dengan metode Konsistensi. Saya menyimpulkan secara utuh bahwa Yaqud Ananda Gudban sangat konsisten sejak awal pembicaraan hingga akhir yaitu berbicara tentang jadwal,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan jika Yaqud Ananda Gudban menerima uang Pokir dalam perkara dugaan suap APBD Perubahan Tahun 2015.

Beberapa saksi yang dihadirkan salah satunya yakni Mantan Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono, menegaskan jika sosok wanita yang akrab disapa Nanda itu selama menjadi dewan tidak pernah membahas masalah uang.

Kesaksian Arif Wicaksono diperkuat oleh kesaksian lain dari Mohan Katelu, Salamet, Afdhal Fauza dsb, jika Nanda selama menjabat sebagai dewan tak pernah berbicara soal uang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here