Sambut Asian Games, BPJS Gelar Senam Sehat di Lumajang

0
84

PolitikaMalang – Dalam rangka menyambut Asian Games XVIII sekaligus merayakan HUT BPJS Kesehatan yang ke-50, BPJS Kesehatan menggelar Senam Sehat Kolosal 18.8.18 PesertaJKN-KIS se-Indonesia, di Lapangan
Monumen Nasional (Monas), Minggu (29/07).

Agenda Nasional ini disambut kantor cabang BPJS kesehatan daerah,
mulai dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), fasilitas kesehatan mitra
BPJS Kesehatan, stakeholder terkait, hingga para Duta BPJS Kesehatan.

Seperti di Lumajang hari ini
(29/07/2018) ratusan anggota prolanis mengikuti senam Sehat Kolosal bersama Kepala BPJS kesehatan jember, Tanya rahayu dan di buka oleh bupati lumajang, Drs H As’at, M. Ag. Ditandai dengan pelepasan burung merpati.

Kepala BPJS cabang Jember Tanya Rahayu mengatakan , Hidup sehat itu mudah dan murah. Hal tersebut senantiasa digaungkan oleh BPJS
Kesehatan selaku penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat modern.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya untuk menerapkan pola
hidup sehat. Cukup dengan senam rutin setiap pagi, kita sudah bisa meningkatkan kebugaran dan sistem
imun kita sehingga tidak mudah sakit. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat
sehari-hari, diharapkan jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun, sehingga pembiayaan pelayanan
kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif yang dilakukan agar masyarakat tetap sehat,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Tanya Rahayu dalam acara tersebut.

Tak hanya di Monas, kegiatan Senam Sehat Kolosal 18.8.18 tersebut juga diselenggarakan serentak di
seluruh Kantor Cabang BPJS Kesehatan se-Indonesia.

Untuk Kantor Cabang Jember diadakan di Alun-Alun
Kabupaten Lumajang. Tanya menyebutkan, dengan mengajak serta masyarakat untuk membiasakan
berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat, dampak jangka panjangnya diharapkan bisa menekan jumlah
penderita penyakit katastropik di Indonesia.

Menurut Tanya, tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 18,4 triliun
atau 21,8% dari total biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, BPJS
Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif
preventif yang dilaksanakan. Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti
diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis
(Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN-KIS.

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Kesehatan
menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa, sebab kesehatan mempengaruhi
produktivitas penduduknya. Ke depannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola
hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Tanya.

Sampai dengan 20 Juli 2018, terdapat 2.220.791 jiwa penduduk yang telah menjadi peserta JKN-KIS dari Kabupaten Jember dan Lumajang. Untuk wilayah Jember dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.110.000
jiwa sudah terdaftar JKN-KIS sejumlah 1.578.784 jiwa atau 74,8%, sedangkan untuk wilayah Lumajang
dari jumlah penduduk kurang lebih 1.108.000 jiwa yang sudah terdaftar JKN-KIS sejumlah 642.007 jiwa atau 57,9%.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan kesehatan Cabang Jember
telah bekerja sama dengan 190 FKTP yang terdiri atas 75 Puskesmas, 52 Dokter Praktik Perorangan,
43 Klinik, 20 Dokter Gigi dan 4 Apotek Rujuk Balik. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan
Cabang Jember telah bermitra dengan 16 RS, 16 Apotek IFRS dan 7 Optik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here